Fokus pada masalah yang nampak dan fakta yang ada serta memisahkannya dari personalitis seseorang. Dalam hal ini upaya yang dilakukan adalah dengan mengesampingkan personalitas atau karakter lawan bicara, sehingga argumentasi hanya akan berada pada konteks fakta persoalan.
Menjelaskan pada awal tahapan diskusi jikalau nantinya terdapat ketidaksetujuan maka itu hanya semata-mata dari sisi sudut pandang,
Menerangkan sejak awal jika pendapat lawan bicara akan diperdebatkan dan dengan tujuan pokok mencapai hasil yang lebih baik pada kedua belah pihak.
Menyatakan sejak awal kepada lawan debat bahwa tidak selalu ada kesempurnaan dan selalu harus terbuka untuk pendapat positif dan mau secara bersama melihat pada poin-poin yang sifatnya konstruktif untuk pencapaian kesuksesan bersama
Ketika meletakkan lawan debat pada posisi yang berseberangan, maka selalu ada upaya untuk mengajaknya mengkoreksi argumentasi kita secara bersama. Misalnya dengan mengatakan “pendapat saya adalah sebaiknya kita memilih Capres ini, namun tolong koreksi atau masukan jika ini memiliki sisi negatif dari sudut pandang anda”.
Meminta ijin untuk membantah pendapat lawan debat dengan mengajaknya melihat dari sisi yang berbeda, ini menunjukkan sebuah hal penting tentang mendebat tanpa merendahkan.
Menerangkan ketidaksetujuan dalam sudut pandang yang sehat, yaitu dengan menjelaskan ketidaksetujuan pada poin yang benar-benar esensial pada fakta persoalan dan tidak lupa mengucapkan terima kasih atas keberanian untuk mendebat dan mengajak melakukan hal yang serupa di masa mendatang untuk sebuah kesuksesan bersama.
Memberikan penjelasan kepada lawan bicara bilamana argumentasi mereka cukup kuat maka anda dapat saja merubah pendapat. Sampaikan juga bilamana anda juga telah mempersiapkan ruangan untuk kompromi bilamana argumentasi mereka menunjukkan manfaat lebih.
Menetapkan atau menjabarkan pokok persoalan yang dalam situasi sedang diperdebatkan, jika memungkinkan menyebutkan solusi awal yang menurut anda cukup dekat untuk mencapai kata mufakat bagi kedua belah pihak. Hal ini akan mengurangi banyak energi yang terbuang untuk hal-hal yang tidak esensial untuk diargumentasikan. Selain itu akan menjaga argumentasi tetap pada pokok fakta persoalan yang dihadapi.
Mengesahkan poin-poin kesepakatan dan menyampaikan jika perbedaan adalah hal yang lumrah dan umum untuk di perdebatkan sepanjang tujuan yang dicapai untuk hal yang positif bagi kedua belah pihak.
Dalam keseharian, kita sesungguhnya dapat mendeterminasikan posisi kita masing-masing apakah sebagai bagian dari persoalan atau sebagai bagian dari solusi.
Jika kita memposisikan diri sebagai bagian dari persoalan, maka sebuah masalah akan tetap ada tanpa ujung penyelesaian. Belum begitu banyak dari kita yang berpikir untuk menjadi bagian dari solusi atas sebuah permasalahan.
Di tahun politik sekarang ini, Argumentasi yang timbul lebih banyak ditonjolkan untuk promosi Capres dan Cawapres masing-masing serta kehebatan dalam memenangkan perdebatan. Pandangan lebih banyak diarahkan pada semakin panjang argumentasi akan menunjukkan kehebatan, apalagi dibarengi dengan menunjukkan kekalahan pihak lawan debat. Anda sesungguhnya memiliki kompetensi untuk menjadi seorang pemimpin masa depan bilamana dapat bertindak bijaksana dalam menilai sebuah persoalan, mengambil alih tanggung jawab dan memformulasikan sebuah solusi untuk kemenangan bersama. Mari perbaiki hubunganmu dengan siapa saja Jangan ada cela untuk tersinggung, 1000 kawan terlalu sedikit 1 lawan terlalu banyak.
Dengan mencoba mengimplementasikan poin-poin di atas mulai dari lingkungan terkecil keluarga, pekerjaan dan kehidupan sosialita kemasyarakatan. Semoga tahun politik yang akan kita hadapi berjalan dengan aman, nyaman dan merupakan sebuah sarana untuk kemenangan bersama melalui kampanye “1000 Kawan Terlalu Sedikit 1 Lawan Terlalu Banyak”.
Jangan muda sakit hati dan dendam hanya karena beda pilihan Capres dan Cawapres, karena terlalu merugi untuk kehidupan mu. Berkat kebaikan Tuhan terlalu nikhmat untuk kita syukuri setiap hari.
Mari ciptakan pemilu yang rukun, santai, tenang, damai dan gembira, karena Indonesia sangat besar. Indonesia negara yang kaya dan beragam suku, ras, agama, adat dan budaya jadi kita harus benar-benar sadar untuk selalu menjaga kerukunan di negara yang kita cintai ini.
Selamat menyambut pesta demokrasi 2024 (Penulis adalah Aktivis/Manager liputan koran cetak Cahaya Siang serta Koordinator Umum Tim Wartawan Ba Carita Sulut dan GM Media Berita Online Cahayasiang.id).






