Argumentasi dianggap akan merusak suasana hati seseorang
Menambah beban pikiran pribadi atau orang lain sebagai lawan debat
Kebanyakan larut dan melibatkan emosional, sehingga akan lebih banyak berdampak terhadap motivasi dan menurunkan efektifitas kerja
Tidak ingin mendengarkan fakta yang buruk tentang diri sendiri maupun kelompoknya
Tidak ingin memperdengarkan fakta yang buruk terhadap lawan debat
Pengalaman buruk di masa lalu yang menciptakan traumatik sendiri pada sebuah konflik
Menghasilkan dua sisi berbeda, yaitu dengan anggapan ada yang menang dan ada yang kalah
Hubungan tidak akan seperti sediakala oleh karena kebanyakan rusak akibat konflik dan memerlukan banyak waktu untuk memperbaikinya
Bagi yang tidak pandai mengelola konflik akan menganggap memperdebatkan sesuatu adalah hanya membuang waktu serta energi sementara pada akhirnya akan menciptakan sebuah penyesalan.
Dengan mengetahui alasan-alasan tersebut di atas, maka sebenarnya dapat kemudian teridentifikasi juga apa yang perlu dilakukan agar konflik mendapatkan pengelolaan secara baik untuk kemenangan bersama. Jika kita dapat mengkonversikan konflik menjadi sebuah alat positif, maka kita akan memiliki sebuah skill kepemimpinan dan manajerial yang hebat. Yaitu dengan bagaimana menggunakannya untuk mencapai sebuah kata sepakat tanpa ada makna kalah atau menang dalam sebuah pertentangan pendapat.
Beberapa tips yang dapat dilakukan dalam sebuah konflik dengan tujuan menghasilkan hal yang positif:
Fokus pada masalah yang nampak dan fakta yang...






