• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Saturday, 16 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » 1000 Kawan Terlalu Sedikit 1 Lawan Terlalu Banyak

1000 Kawan Terlalu Sedikit 1 Lawan Terlalu Banyak

31/10/2023
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Om Lole – Aktivis/Koordinator Umum Tim Wartawan Ba Carita Sulut.

CAHAYASIANG.ID – Kita tentunya banyak mendengar cerita dari kitab suci tentang sikap bijaksana Raja Salomo yang amat terkenal, utamanya pada caranya mengatasi konflik dua Ibu yang memperebutkan satu bayi. Keputusannya untuk membagi dua bayi yang diperebutkan agar secara adil diterima oleh kedua belah pihak yang berseteru malah ditolak oleh Ibu bayi yang sesungguhnya. Ibu bayi tersebut tahu jika itu dilakukan maka perseteruan itu pada akhirnya tidak akan menghasilkan apa-apa. Raja Salomo sendiri ketika mendapatkan kesempatan untuk meminta sesuatu kepada Tuhan, Ia hanya meminta agar diberikan kebijaksanaan. Salomo tahu bahwa bijaksana merupakan sebuah syarat keahlian yang perlu dipenuhi oleh seorang Raja untuk dapat memimpin rakyatnya menuju pada kemakmuran. Masih lekat diingatan kita pada beberapa tahun silam saat Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam sudut pandang yang berbeda ketika berkompetisi untuk kursi Kepresidenan. Hari ini kita semua dapat melihat perdebatan itu menghasilkan sebuah persekutuan bukan perseteruan, setelah Prabowo Subianto memutuskan berkoalisi dengan kubu Joko Widodo. Apakah ini artinya salah satu kalah dan kemudian yang lainnya menang pada keputusan koalisi ini? Anda masing-masing dapat menjawabnya, namun kualitas pemerintahan yang dihasilkan oleh adanya koalisi ini akan memberikan bukti atas kemenangan bersama. Poin pentingnya adalah dapat dibuktikan bahwa konflik yang terkelola secara baik pada akhirnya akan menghasilkan sekutu.

Ilustrasi lainnya adalah bayangkan anda mengutus empat orang untuk melihat sebuah rumah dari keempat sudutnya yang berbeda dan meminta mereka memberikan pendapat tentang rumah tersebut. Tentunya pendapat mereka tentang rumah tersebut akan bervariasi tergantung dari sisi sudut yang dilihatnya. Ini akan kemudian berbeda ketika anda meminta keempat orang tersebut berotasi untuk melihat seluruh sudut rumah dan menyampaikan pendapatnya. Dalam keseharian ilustrasi rumah dengan keempat sudut pandang yang berbeda juga menimbulkan konflik atau perdebatan dalam kehidupan kita. Baik itu di lingkungan pekerjaan maupun sosialisasi di tengah masyarakat, yang mana hal tersebut umumnya terjadi oleh karena tidak cukup dalam mengkomunikasikan perbedaan. Agaknya terlalu extrim untuk membayangkan jika ilustrasi rumah tadi kemudian melahirkan konflik dan perseteruan hingga melahirkan kerugian materi dan moril. Namun hal tersebut mungkin saja terjadi bila pengelolaan konflik tidak secara baik dilakukan. Itulah mengapa pengelolaan konflik di masa kini menjadi kompetensi yang tidak terpisahkan bagi para pemimpin kita juga yang akan berlaga di kontestasi pemilu mendatang. Dampak yang dapat ditimbulkan bukan hanya bagi pribadi calon pemimpin yang berkontestasi, namun dapat menciptakan konflik dengan skala yang lebih besar bagi pengikutnya.

Lebih jauh mari kita bersama melihat bagaimana sebuah konflik dapat dibuat menjadi sesuatu yang bernilai positif, bahkan dengan konflik dapat menciptakan sebuah persekutuan dan bukan menjadi perseteruan dengan hasil yang negatif. Konflik pada umumnya lebih banyak dikonotasikan sebagai sesuatu hal yang negatif, sehingga bagi kebanyakan orang merupakan hal yang perlu dihindari. Tidak dapat dipungkiri dan menjadi kenyataan dalam kehidupan masa kini jika konflik dapat membuat hubungan yang sebelumnya baik menjadi rusak. Terlepas dari hal tersebut konflik sesungguhnya ditinjau dari sisi lain bila dikelola secara baik akan malah dapat menciptakan hal yang positif bahkan sekutu baru.

Dengan mengelola konflik secara baik, sesungguhnya dapat memberikan obyektifitas:

Membawa orang keluar dari zona nyaman dan lebih memotivasi oleh karena kesempatan mencoba cara atau hal yang baru

Lebih mendalami perbedaan untuk hal positif yang dapat dihasilkan dengan mendebat pemikiran orang lain

Mengajak orang lain berpikir dari sisi perspektif dan sudut pandang yang berbeda

Mempertanyakan pendapat atas sebuah keyakinan pada sebuah sikap atau pola hidup yang meskipun sudah dilakukan sejak lama, namun tidak lagi sinkron dengan asas kehidupan masa kini. Dalam hal ini berpikir pada orientasi melakukan sesuatu yang membawa manfaat.

Menghilangkan sisi negatif dari sebuah rencana oleh keterlibatan pihak lain mengargumentasikan keputusan.

Meskipun demikian, bagi kebanyakan orang di masa kini lebih cenderung menghindari konflik dibandingkan mengelolanya dengan tujuan mendapatkan nilai lebih dari sebuah konflik atau argumentasi yang dilakukan. Bagi Sebagian besar orang juga merasa perlu menghindari konflik oleh karena berpikir pada akhir suatu masa bila tidak dapat mempertahankan argumentasinya akan dianggap kalah atau menyerah pada lawan.

Untuk dapat mengelola konflik secara baik, perlu diketahui lebih awal mengapa konflik lebih banyak dihindari dibandingkan mendapatkan pengelolaan. Beberapa alasan diantaranya:

Post Views: 6,844
Bagikan ini :
Halaman Selanjutnya
Argumentasi dianggap akan merusak suasana hati seseorang...
Page 1 of 3
123Next
Previous Post

Ketua Pencak Silat Merpati Putih Siap Dukung Pemerintahan Tamuntuan

Next Post

Okto Silitonga: “Jalan di Kabupaten Talaud dibangun dengan Mutu yang Terbaik

Next Post

Okto Silitonga: "Jalan di Kabupaten Talaud dibangun dengan Mutu yang Terbaik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In