• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Rabu, 23 September 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » WBP Lapas Tondano Tetap Tekun Rawat Tanaman Tomat Saat Kemarau Ekstrim

WBP Lapas Tondano Tetap Tekun Rawat Tanaman Tomat Saat Kemarau Ekstrim

23/09/2026
in Minahasa & Tomohon
0
Share on FacebookShare on Twitter
WBP Lapas Tondanon yang rutin merawat tanaman tomat walaupun disaat musim kemarau ekstrim. (Sumber: Lapas Tondano)

CAHAYASIANG.ID, Minahasa – Musim kemarau tak menyurutkan semangat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano untuk tetap produktif. Para WBP terus merawat tanaman tomat yang dikembangkan di area Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Tondano, Selasa (22/9/2026).

Perawatan dilakukan secara rutin, mulai dari penyiraman, pembersihan gulma hingga pemantauan pertumbuhan tanaman. Meski kondisi cuaca kering menjadi tantangan tersendiri, WBP tetap tekun menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, mengatakan kegiatan pertanian menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus sarana menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab.

“Kemarau bukan alasan untuk berhenti berkarya. Kami ingin melalui kegiatan ini WBP dapat belajar disiplin, tekun dan bertanggung jawab, sekaligus memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yulius.

Kegiatan perawatan tanaman tomat ini juga menjadi bagian dari pemanfaatan lahan secara produktif dan pengembangan kegiatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Bagi WBP, merawat tanaman bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi juga proses belajar membangun kesabaran, ketekunan dan kemandirian sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat. (*/ak)

Post Views: 4
Bagikan ini :
Previous Post

Bapelkum Bitung Gelar Webinar KUHP Baru di Kuliah Umum FEB Unklab

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In