
CAHAYASIANG.ID, Minahasa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano terus mendorong Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mengembangkan potensi dan kreativitas melalui berbagai kegiatan pembinaan kemandirian. Salah satunya diwujudkan melalui aktivitas kerja di bengkel kayu Lapas Tondano.
Di tempat tersebut, WBP diberikan ruang untuk mengasah keterampilan mengolah kayu menjadi berbagai produk bernilai guna, termasuk furniture rumah tangga. Dengan didampingi petugas, WBP belajar mulai dari proses pengukuran, pemotongan, perakitan, hingga tahap penyelesaian produk.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengisi waktu secara produktif, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang bertujuan membekali WBP dengan keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu upaya penting dalam mempersiapkan WBP agar memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.
“Kami memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang mereka miliki. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas dapat menjadi bekal yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Proses pembinaan ini menurut Yulius, tidak hanya berorientasi pada keterampilan menghasilkan sebuah produk, tetapi juga membangun sikap disiplin, ketelitian, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat untuk terus berkarya.
Melalui bengkel kerja kayu, Lapas Tondano berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dengan memberikan kesempatan kepada WBP untuk menghasilkan karya. “Setiap proses yang dijalani menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk membangun keterampilan sekaligus mempersiapkan diri menuju reintegrasi sosial,” ucap Yulius.
Dengan semangat pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Tondano berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program positif yang dapat mengembangkan potensi WBP, sehingga masa pembinaan dapat diisi dengan kegiatan yang produktif, kreatif, dan memberikan manfaat nyata. (ak)


