
CAHAYASIANG.ID, Bolmut – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara melalui Satker PJN Wilayah II (Bolmong Raya) menanggapi pemberitaan media tentang kepedulian salah seorang warga yang melakukan pengecoran jalan di seputar jembatan Wowuo di Kabupaten Bolmong Utara.
Kasatker PJN II BPJN Sulut, Rhismono, melalui PPK 2.3, Renly Sembiring, berterima kasih kepada warga yang berinisiatif melakukan penutupan celah di Expansion Joint (siar muai) jembatan untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian warga yang berinisiatif dan berkepedulian menutup celah di Expansion Joint jembatan untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan”, katanya. Namun lanjut Sembiring, masyarakat juga perlu memahami terkait Expansion Joint yang berfungsi menjadi ruang pergerakan lantai jembatan saat dilewati kendaraan.
Expansion Joint jembatan adalah celah atau sambungan yang sengaja dipasang di antara dua bagian struktur jembatan untuk meredam pergerakan akibat perubahan suhu, beban kendaraan, dan getaran.
“Fungsi utama untuk menyerap pemuaian guna mencegah beton retak saat struktur memuai karena panas matahari. Meredam getaran untuk membagi beban kendaraan yang melintas agar tidak menumpuk di satu titik. Menjaga usia jembatan guna menghindari kerusakan fatal pada struktur utama agar jembatan tahan lama”, terang Sembiring.
Diungkapnya, meskipun dalam penilaian jembatan Wowuo kondisinya masih bagus, namun diakuinya Expansion Joint jembatan Wowuo sudah mengalami penurunan fungsi layan karena celahnya yang makin melebar. PPK 2.3 pun telah memasukkan kondisi jembatan Wowuo pada skala prioritas dalam lingkup penanganan perbaikan.
“Kami dari PPK 2.3 akan mengganti dan memasang sambungan siar muai tipe asphaltic plug, yan dalam waktu dekat akan dipasang oleh Penyedia Jasa”, tutupnya.
Diketahui, aksi cor jalan seputar jembatan Wowuo tersebut, dilakukan pada sabtu (5/9/2026) oleh Husain Yusuf (60), warga Desa Bolangitang 1, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Ia mengecor jalan dengan material berupa semen, pasir, serta kerikil, setelah sebelumnya sudah lima kali Husain menimbun kerusakan itu dengan menggunakan tanah, namun lubang tetap kembali menganga. (ak)



