
CAHAYASIANG.ID, MANADO — Sejumlah warga LORKUB (Lorong Kubur), Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado, mengaku kecewa terhadap kinerja Ketua Lingkungan (Ketling) 2 yang dinilai kurang menunjukkan peran dalam mendukung berbagai kegiatan positif yang dilakukan masyarakat.
Kekecewaan tersebut disampaikan warga setelah mereka melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah perbaikan jembatan di depan gapura LORKUB yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
Menurut warga, perbaikan jembatan tersebut berlangsung kurang lebih selama tiga minggu. Warga secara bersama-sama bergotong royong memperbaiki fasilitas tersebut demi kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Warga menyebut kegiatan perbaikan jembatan tersebut juga diketahui masyarakat luas karena beberapa proses kegiatan dipublikasikan melalui media sosial Facebook.
Namun, warga mempertanyakan ketidakhadiran Ketua Lingkungan 2 berinisial RS alias Cobe dalam kegiatan tersebut.
“Sebagai Ketua Lingkungan, seharusnya beliau mengetahui dan memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang dilakukan warganya. Apalagi ini kegiatan gotong royong yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar salah satu warga.
Tidak hanya dalam kegiatan perbaikan jembatan, warga juga menyoroti kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan pada 14 hingga 17 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, warga LORKUB menggelar berbagai perlombaan yang turut melibatkan masyarakat dari lingkungan sekitar.
Warga mengaku kembali tidak melihat kehadiran Ketua Lingkungan 2 dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Padahal, menurut warga, keberadaan seorang Ketua Lingkungan bukan hanya berkaitan dengan urusan administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menggerakkan, memfasilitasi, mengoordinasikan serta menjadi teladan bagi masyarakat di wilayahnya.
Ketua Lingkungan diharapkan mampu mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan positif, membangun semangat gotong royong, membantu koordinasi dengan pihak terkait, serta hadir secara langsung ketika masyarakat melaksanakan kegiatan sosial.
Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian para tetua dan warga LORKUB.
Samsuri Masloman, yang merupakan penasihat dalam kegiatan warga LORKUB menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
“Saya sebagai salah satu tetua di LORKUB dan mewakili warga sangat kecewa dengan kinerja Ketua Lingkungan Banjer Lingkungan 2. Seharusnya sebagai Ketling, beliau memberikan dukungan dan support apabila warganya sedang melakukan kegiatan yang positif,” ujar Samsuri.
Ia berharap Pemerintah Kota Manado dapat memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat tersebut.
“Kami warga LORKUB meminta Wali Kota Manado untuk meninjau dan mengevaluasi kembali kinerja Ketling Lingkungan 2. Kami hanya berharap ada perhatian dan dukungan terhadap kegiatan positif yang dilakukan masyarakat,” tegasnya.
Warga berharap evaluasi yang diminta bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan menjadi bahan perbaikan agar hubungan antara pemerintah lingkungan dan masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Menurut warga, kehadiran aparatur di tengah masyarakat sangat penting untuk membangun komunikasi, memperkuat gotong royong, serta memastikan berbagai kegiatan positif di lingkungan mendapat dukungan.
Warga LORKUB pun berharap ke depan setiap kegiatan kemasyarakatan dapat menjadi momentum mempererat kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah lingkungan, sehingga semangat gotong royong tetap terjaga di tengah masyarakat Kota Manado.(*RS)


