CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko, Minggu (2/7/23), mengundang dan mengumpulkan sejumlah 50 kyai pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi, Jawa Timur.

Adapun tujuan acara yang digelar, di Ponpes Subussalam, Tegalsari, Banyuwangi itu adalah untuk memperkenalkan masjid Doktor Moeldoko yang dibangun di Jombang, sekaligus menjadi kesempatan untuk bersilahtutahmi.
Sementara, Handoko yang datang mewakili Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengatakan bahwa acara ini sama sekali tidak memiliki muatan politik, meski digelar pada tengah hiruk-pikuk menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Kemudian, Handoko mempertegas, bahwa tujuan dari acara ini hanyalah untuk memperkenalkan Masjid Doktor Moeldoko kepada para ulama dan kyai.
Salah satu Abdi Dalam Moeldoko satu ini, menjelaskan, Sama sekali tidak ada niatan kita, bahwa kegiatan ini dalam rangka politik.
“Sama sekali tidak ada muatan politik,” tegas Handoko, yang dikenal dekat, sebagai salah satu tanker utama Panglima TNI periode 2013-2015 tersebut.
BAGI HANDOKO, MOELDOKO TIDAK ASING DI DUNIA PESANTREN
Menurut Sekjen DPP Projo ini, Masjid Moeldoko ini merupakan bentuk dari kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh sang mantan Panglima TNI.
“Moeldoko juga bukan merupakan tokoh yang asing dengan dunia pesantren,” ucap Putra Banyuwangi Jawa Timur inu kepada media.
Setelah itu, Handoko menerangkan, Pak Moeldoko memang seperti itu, Beliau lahir di Kampung, di Kediri, hari-harinya dihabiskan di surau di langgar.
“Tentu itu, menjadi memori yang menginspirasi beliau untuk kemudian membangun masjid. Bagi Pak Moeldoko dunia pesantren ini bukan dunia yang asing,” pukas salah satu punggawa utama Relawan Jokowi ini.
Di antara pimpinan Ponpes yang hadir, terdapat Pengasuh Ponpes Bustanul Makmur Genteng, Kyai Haji Muafiq Amir, dan Pengasuh Pondok Pesantren Robitotul Islam Genteng, Kyai Haji Achmad Nizar. (Dego*)






