
Perasaan yang sama turut dirasa Suhendar (49). Malam di saat terjadinya kebakaran, ia tengah berjualan di lokasi Kuliner Ramadan, Kawasan Mega Mall.
Ia kaget usai mendapat telepon dari tetangga yang menyampaikan rumahnya sudah terbakar, sontak saat itu pula ia bergegas pulang.
“Lagi jualan di Kawasan Mega Mall di Kuliner Ramadan, dapat telepon dari tetangga kalau rumah sudah terbakar,” ujarnya.
“Barang-barang ludes terbakar. Habis semua, hanya tinggal baju di badan,” sambungnya.
Ia menuturkan untuk sementara waktu mengungsi di masjid terdekat sembari menunggu bantuan tempat tinggal dari pemerintah.
“Semalam saya tidur di Masjid Awwabin, kemungkinan juga malam tidur di situ,” tuturnya.
Diketahui kebakaran yang melanda Kampung Kodo menurut penuturan para saksi, api terlihat sejak pukul 19.15 Wita.
Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Manado dan satu unit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dikerahkan untuk memadamkan api.
Pelaksana Harian Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado William Wongkar menjelaskan belum bisa memastikan penyebab kebakaran.
“Dugaan sementara belum tahu apakah korsleting, tapi api mulanya dari bagian tengah Rumah Makan Seroja. Tidak ada penghuni, mereka sedang di masjid lagi sembayang,” jelas Wongkar.
“Lima rumah penduduk, satu bangunan hotel (bangunan tua Manado Bersehati Hotel/MBH) tapi di bagian belakang,” sambungnya.

Kebakaran melanda lima bangunan tersebut tidak memakan korban jiwa, namun dua petugas damkar dilarikan ke Rumah Sakit Siloam akibat kecelakaan kerja.
“Untuk korban sementara baru petugas damkar dua orang, sesak napas dan kena strom (sengatan listrik),” ujar Wongkar. (***)






