CAHAYASIANG.ID, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw turun langsung mengunjugi lokasi kebakaran di Kampung Kodo Lingkungan Satu, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Rabu (20/03/24).

Kehadiran Steven Kandouw untuk memberikan kekuatan dan semangat buat para korban yang terkena musibah ini.
Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan untuk para korban. Kandouw yang didampingi Kepala Dinas Kominfo Evans Steven Liow, Pelaksana Harian Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara Merry Mawardi dan Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang turun langsung ke lokasi kebakaran untuk bertemu langsung para korban terdampak.
Bantuan yang diserahkan pemerintah berupa makanan siap saji, uang tunai, pakaian, matras, tikar, alat rumah tangga dan bahan makanan serta family kids.

Atas nama Gubernur Olly Dondokambey, Kandouw mengucapkan turut prihatin kepada korban. Ia memberi penguatan agar tidak putus asa sebab pemerintah selalu ada mendampingi dan memberikan bantuan.
“Simpati dan empati kita pemerintah provinsi dan pemerintah kota, terhadap keluarga di beberapa rumah di sini yang dilanda kebakaran. Tetap semua rencana Allah baik adanya,” ucapnya.
“Total Pemprov memberikan bantuan sebesar Rp20 juta rupiah tiap rumah, yang hanya terdampak dapat bantuan sebesar Rp5 juta rupiah. Nilainya tidak seberapa tapi jadikan itu sebagai suatu setia kawanan sosial serta panggilan iman orang bertakwa untuk selalu membantu sesama yang dilanda bencana,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Lurah Lawangirung Sultan Damopolii membeberkan sebanyak 48 jiwa dari 14 keluarga yang terdampak kebakaran. Mereka saat ini mengungsi di rumah sanak saudara dan masjid terdekat.
“Ada sekitar 48 jiwa, keluarga sebanyak 14 kk, 10 keluarga ba kos. Yang ba kos tinggal di Masjid Awwabin, pemilik rumah lainnya tinggal di rumah keluarga, satunya di Hotel Kawanua,” beber Damopolii.
Sutono (57), salah satu korban terdampak pasca kebakaran mengaku kehilangan semua barang-barang berharga miliknya.
Ia yang kesehariannya bekerja sebagai Penjual Bakso, kaget sewaktu mengetahui tempat tinggalnya ludes dilalap si jago merah.
“Gerobak masih di tempat jualan, hanya tersisa roda. Semua habis,” tutur Sutono.
Perasaan yang sama turut dirasa Suhendar (49). Malam...






