CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Akademisi Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi Ferry Daud Liando menanggapi wacana yang dihembuskan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengenai mimpinya memasangkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Kepada media, Dosen Ilmu Politik-Pemerintahan inipun mengatakan, Koalisi antar parpol di indonesia sifatnya pragmatis ekstrem. Artinya, koalisi itu hanya sebatas pada kepentingan perebuatan kekuasaan.
“Koalisi tidak ada manfaatnya bagi kemajuan negara, Sehingga tidak ada yang mustahil dalam hal kombinasi koalisi. Parpol-parpol yang saling bermusuhan pada awalnya, bisa saja bekerja sama untuk mendukung calon tertentu,” kata Ferry Daud Liando, Rabu (23/8/2023) malam.
Dia juga berpandangan, Sehingga tidaklah mustahil jika ternyata, ada wacana mempertemukan Pak Ganjar, dan Pak Anies dalam satu pasangan.
“PDI Perjuangan akan sangat diuntungkan, jika ternyata bersama-sama dengan Pak Anies. PDI Perjuangan dikenal sebagai partai nasionalis, sehingga perlu di topang oleh kekuatan nasionalis religius,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, para pendukung Pak Anies kebanyakan dari kelompok religius seperti PKS. Malah pada 2018 Pak Anies di dukung oleh kelompok FPI. PDI Perjuangan harus merangkul parpol berbasis religius untuk menyeimbangi kekuatan Prabowo yang kini di dukung PKB dan PAN.
“Meski PKB tidak terstruktur dengan Nahdlatul Ulama, namun secara emosional dan historis keduanya tidak bisa dipisahkan. Begitu juga dengan PAN yang meski tak nemiliki hubungan struktural dengan muhammadiyah, namun semua tahu, bahwa PAN itu didirikan dan dibesarkan oleh tokoh-tokoh muhammadiyah,” pesannya.
Namun demikian wacana untuk memasangakan Pak Ganjar, dan Pak Anies, Menurut Akademisi Kepemiluan berlatar belakang organ Asoasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), Sepertinya hanya sekedar menebar ancaman buat Pak Jokowi, yang selama ini cenderung lebih mendukung Prabowo.
“Tentu Jokowi akan panik, sebab selama ini Jokowi kerap berjarak dengan Pak Anies.
Hal lain yang perlu di pikirkan adalah dari keduanya, siapa yang akan menjadi Presiden dan, Siapa akan menjadi Cawapres. Memutuskan hal ini bukan perkara mudah, karena keduanya pasti menginginkan jadi Capres bukan Cawapres,” kunci Ferry Daud Liando.
(DYW)





