CAHAYASIANG.ID, MANADO – Ibadah Pemakaman Matthew Panelewen (17) seorang remaja berstatus pelajar di SMA Negeri 8 Manado yang menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan berlangsung penuh haru, Sabtu (01/07/23) di Perum Poligriya Permai, Buha, Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Tampak pelayat datang menghadiri Ibadah Pemakaman tersebut. Mulai dari keluarga, warga sekitar, anggota jemaat bahkan teman-teman dari Matthew.
Diberitakan sebelumnya, Matthew menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan di Desa Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara usai menghadiri pesta HUT temannya.
Korban dianiaya dan dibunuh oleh tersangka Tio (TP) dan Ridel (RL). Kedua tersangka sudah diamankan di Polres Minahasa Utara, Kamis (29/06/23) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Namun beredar video yang diterima media cahayasiang.id, para tersangka di Polres tampak kelihatan senang dan tidak ada beban. Bahkan dalam video kedua tersangka tersenyum dan salah satunya mengacungkan jempol. (Lihat Videonya dibawah ini)
IBADAH PEMAKAMAN BERLANGSUNG PENUH HARU
Ibadah pemakaman Matthew Panelewen berlangsung pukul 11.30 yang dipimpin oleh Pdt Grafein Roboth, M. Th.
Saat pemberian tanda kasih bunga, Ibu korban menangis histeris seakan-akan tak terima anak bungsunya akan pergi selamanya dengan cara yang naas.
Begitu juga dengan kakak-kakak dari Matthew sangat terpukul dengan kepergian adiknya dengan cara yang mengenaskan.
Tak sampai disitu saja, menurut pantauan langsung Tim Media WBC, teman-teman dari Matthew tak bisa menahan tangis dan kesedihan. Bahkan tak sedikit yang pingsan disaat peti jenazah akan segera ditutup.








Usai ibadah dirumah duka, dilanjutkan dengan ibadah pelepasan di ladang pekuburan milik Pemkot Manado di Mapanget.

Namun sebelum ke ladang pekuburan, mobil jenazah mampir di SMA Negeri 8 Manado tempat Matthew bersekolah
Kepada media cahaya siang, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Dra. Mediatrix Ngantung,M.Pd mengatakan Matthew anak yang baik dan tidak pernah tersangkut kasus.
“Matthew nyanda pernah tersangkut kasus perkelahian di sekolah. Kalaupun ditegur guru, anaknya cuma diam.” Ujar Ngantung
Setelah itu tampak dari Live Page FB cahayasiang.id Ratusan orang ikut mengantar jenazah menuju ladang pekuburan untuk diadakan pemakaman.(*TimWBC)






