“Iya, benar, akan segera dikeluarkan. Ini akan jadi modal utama untuk ‘menggoyang’ Sulawesi Utara pada pemilihan Gubernur 2024,” ungkap Billy Lombok yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut dan kembali terpilih sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2024 di bulan Februari yang lalu.
Lanjut Billy Lombok, dukungan dari kelima parpol tersebut yakni PKB, Perindo, PSI, NasDem, dan PKS. Dan tiga di antaranya, yaitu PKB, Perindo, dan PSI, sudah mengeluarkan surat permohonan rekomendasi untuk E2L.
“Selain itu, lewat dukungan tersebut, menunjukkan sinergi kuat antara Partai Demokrat dan partai-partai lainnya dalam menghadapi Pilkada 2024 di Sulut. Koalisi besar ini siap mengantarkan E2L ke kursi Gubernur Sulawesi Utara pada Pilkada 2024,” pungkas Bilo sapaan akrabnya.
Adapun Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2024 berpotensi terjadi dua atau tiga pasangan calon.
Hal ini disampaikan oleh Wartawan senior Wilson Lumi. “Untuk Pilgub 2024, dari hemat saya, sepertinya akan ada dua atau maksimal tiga pasangan calon. PDIP sudah bisa mengusung Calonnya sendiri. Sementara itu partai-partai lainnya harus berkoalisi untuk mengusung calonnya.” Ujar Lumi, Selasa (28/05/24).

Lanjut Lumi, berdasarkan hasil Pleno KPU Sulut, PDIP saat ini berhasil meraih 19 kursi. Sementara Demokrat, Golkar dan NasDem masing-masing meriah 6 kursi. Kemudian Gerindra 4 kursi dan PSI, PKB, PKS dan Perindo masing-masing 1 kursi.
“Jadi, sudah pasti jatah PDIP fix itu, bisa usung calonnya sendiri karena 19 kursi. Sementara sisanya 26 kursi itu bisa jadi mengusung dua pasangan calon lagi. Maka totalnya ada 3 Paslon. Tapi kemungkinan juga hanya ada dua Paslon saja. Menarik nantinya untuk disimak. Dan semoga Pilkada Sulut berjalan aman dan lancar” terang Lumi.
Selain itu, Wilson Lumi yang adalah Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) mengingatkan masyarakat Indonesia khususnya teman-teman jurnalis untuk membuat berita yang benar-benar berimbang.

“Untuk teman-teman wartawan semuanya, buatlah berita sesuai data dan fakta. Kita tidak boleh secara terang-terangan mendukung pasangan calon atau jadi tim sukses. Berperanlah sebagai seorang jurnalis sesuai UU Pers dan juga mengacu pada kode etik jurnalis.” Kata Wilson yang juga adalah salah satu pendiri Media Koran Cahaya Siang dan Media Online Cahaya Siang ID. (***)






