
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengusung visi ‘Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045’, dan akan diwujudkan dengan delapan misi yang disebut Asta Cita.
Berikut delapan misi yang disebut Asta Cita:
- Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM);
- Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru;
- Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur;
- Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas;
- Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri;
- Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
- Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba;
- Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Untuk mendukung program tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk segera memuat rencana jangka pendek, menengah, dan panjang.
Sigit mengungkap, instruksi Presiden Prabowo diberikan dalam kegiatan Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
“Salah satu instruksinya adalah bagaimana menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat, dan terhormat serta disegani karena rakyatnya hidup sejahtera, juga berkontribusi positif pada kehidupan bangsa-bangsa.” Ujar Sigit.
Untuk mendukung hal itu, Sigit menegaskan Polri telah mempersiapkan program 100 Hari untuk mendukung Asta Cita yang ditetapkan Pemerintah.
“Mulai dari mencegah kebocoran keuangan negara, sampai pada melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap kasus-kasus yang menjadi perhatian Pemerintah seperti judi online, korupsi, narkoba, dan penyelundupan,” ucapnya melalui keterangan tertulis.
Program Asta Cita ini terus dilakukan oleh jajaaran Kepolisian termasuk di Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut). Diketahui hingga saat ini Polda Sulut terus intens melakukan pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat baik di lingkungan Pemerintah maupun organisasi.
Langkah dari Polda Sulut ini mendapat dukungan dari salah satu organisasi adat dan budaya Waraney Tanah Toar Lumimuut dibawah kepemimpinan Audy Jimmy Malonda selaku Tonaas Wangko.
“Kami Keluarga Besar Ormas Adat WARANEY TANAH TOAR LUMIMUUT mendukung Kapolda Sulut dan jajarannya dalam memberantas Korupsi di Sulawesi Utara.” ujar Tonaas Audy.
Adapun ormas Waraney Tanah Toar Lumimuut ini, sesuai AD-ART adalah murni organisasi yang bergerak di bidang Adat dan Budaya. Organisasi ini juga netral dan independen tidak terikat dengan Politik.
Untuk itu, menurut Audy, ini merupakan dukungan yang murni tanpa ada kepentingan Politik.
“Dukungan kami kepada Polda Sulut merupakan murni dari kami untuk terlibat aktif bersama-sama berkontribusi menjaga Indonesia khususnya daerah yang kita cintai Sulawesi Utara dari segala bentuk kejahatan baik Korupsi, Narkoba, Judi Online atau Kriminalitas” tambah Audy. (*Rul)





