• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Thursday, 30 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Tim Tipiter Mabes Tangkap 3 Pelaku Tambang Ilegal di Sangihe Milik Ko An, APEKSA Minta Copot Kapolres Sangihe

Tim Tipiter Mabes Tangkap 3 Pelaku Tambang Ilegal di Sangihe Milik Ko An, APEKSA Minta Copot Kapolres Sangihe

04/08/2023
in Hukrim, Kepulauan, Sangihe
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, SANGIHE – Tambang ilegal yang berada di Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara hingga saat ini masih bebas beroperasi. Selama ini keberadaan tambang ilegal tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kabar terkini, anak buah dari Bos Mafia Tambang di Sangihe berinisial Ko An saat ini ditangkap Tim Tipiter Mabes Polri. Hal ini membuat sang Bos Besar tersebut pusing tujuh keliling mencari-cari perlindungan.

Adapun informasi yang didapat tim media, anak buah dari Ko An yang tertangkap ada beberapa orang, mereka diamankan oleh tim Mabes Polri. Mereka mengaku bahwa bos tambang dimana mereka bekerja adalah Ko An yang selama ini di juluki sebagai bos mafia tambang ilegal di kepulauan sangihe.

Diketahui bahwa Ko An ini sudah lama menggeluti bisnis tambang ilegal di Kepulauan Sangihe. Sekalipun dirinya sudah beberapa kali di Demo oleh sekelompok masyarakat tapi tetap saja Mafia Tambang tersebut tak tergoyahkan.

Ia dan anak buahnya tetap saja melakukan aktivitas penambangan dengan terus mengeruk tanah mengandung mineral emas di sejumlah titik di Kepulauan Sangihe dengan santai dan tenang tanpa ada gangguan dari pihak aparat kepolisian.

Entah Kapolres Sangihe mengetahui kegiatan ilegal ini atau tidak yang jelas beberapa eskavatornya dengan leluasa mengeruk tanah mengandung emas tersebut.

Saat ini sudah menjadi rahasia umum bahwa Ko An memiliki jaringan yang cukup kuat di aparat penegak hukum, karena selama ini yang bersangkutan tak tergoyahkan dalam menjalankan bisnis tambang ilegalnya itu.

Kasat Reskrim Polres Sangihe AKP Fadli ketika dikonfirmasi terkait informasi penangkapan 3 orang pekerja di lokasi Bos Mafia Tambang Ilegal di Sangihe oleh Tim dari Tipiter Mabes POLRI mengaku dirinya belum mendengar informasi tersebut.

“Terimakasih atas informasinya, kami akan lakukan pengecekan namun sebaiknya jika awak media memiliki bukti valid terkait informasi penangkapan anak buahnya Ko An tersebut silahkan konfirmasi ke pimpinan melalui humas polres” ujar Fadli.

Sementara Rizaldi Risky Tane Selaku Tokoh Pemuda Sangihe meminta mabes polri harus serius dalam menyikapi kasus tambang ilegal di Sangihe tersebut.

“Tiga orang yang merupakan anak buah dari Ko An tidak bersalah karena mereka hanya masyarakat kecil yang mencari nafkah. Harusnya Ko An selaku bos mereka yang harus diciduk pihak kepolisian. Sekali lagi kami meminta seriusi kasus tambang ilegal di lokasi kupa desa pintareng kabupaten sangihe tersebut jangan hanya panas panas tai ayam yang kemudian ujung ujungnya di delapan enamkan oleh oknum oknum tertentu. Kami akan kawal kasus ini dan kami akan menyurati Kabareskrim agar kasus ini tidak sekedar main-main” tegasnya.

Selain itu beredar di Facebook organisasi yang menamakan diri APEKSA (Aliansi Peduli Kepulauan Sangihe) mengeluarkan Surat Terbuka yang ditujukan ke Kapolri. Berikut isi Surat Terbuka tersebut dikutip dari halaman Facebook Aliansi Peduli Kepulauan Sangihe, Kamis (03/08/23).

Post Views: 5,266
Bagikan ini :
Halaman Selanjutnya
SURAT TERBUKA...
Page 1 of 2
12Next
Previous Post

Pernyataan “Itu Bajingan Yang Tolol” Ke Jokowi Direspon, ReJO Bangga Sikap Moeldoko

Next Post

Dinilai Berikan Informasi Tidak Benar, Kepala BPJN Sulut Diminta Segera Lakukan Klarifikasi Soal Pernyataannya di Media

Next Post

Dinilai Berikan Informasi Tidak Benar, Kepala BPJN Sulut Diminta Segera Lakukan Klarifikasi Soal Pernyataannya di Media

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In