
CAHAYASIANG.ID, Minahasa — Desa Wisata Darunu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terus bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah penguatan kapasitas UMKM agar masyarakat lokal mampu menjadi pelaku utama dalam roda ekonomi wisata.
Untuk mendukung hal tersebut, tim dosen lintas disiplin Politeknik Negeri Manado melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas UMKM Desa Wisata Darunu untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata” pada 19 September 2025. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua tim pelaksana, Dr. Kiet Tumiwa, SE., MM., Ak., CA, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat. “Kami hadir bukan hanya untuk memberi pelatihan, melainkan menumbuhkan semangat berinovasi dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Rangkaian pelatihan dirancang sistematis sesuai kebutuhan UMKM, mulai dari strategi pemasaran oleh Nixon Sondakh, SE., M.Si, pengelolaan keuangan sederhana oleh Heidy Pesik, SE., MSA, hingga pembekalan aspek hukum oleh Jolly L.R. Turangan, SH., M.Hum. Inovasi produk berbasis potensi lokal dipandu Novy J. Kasenda, SE., M.Si, sedangkan pelayanan prima dan manajemen wisata diberikan oleh Johana M. Ratag, SE., M.Si.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian melalui materi kebersihan dan pengelolaan sampah dari Farida I.S. Wakidin, SE., M.Pd. Pemasaran digital serta teknik fotografi produk dipraktikkan langsung bersama Ruhiyat, SE., M.Si, sementara Treesje L. Runtuwene, SE., MAP menekankan pengembangan SDM agar siap menjadi pelaku wisata profesional.
Dosen lainnya turut berperan, antara lain Treesje A. Langi, SE., M.Si dengan peningkatan kualitas produk oleh-oleh, Decire D. Wagiu, SS., M.Hum dengan manajemen risiko usaha, Selvie J. Nangoy, SE., M.Si dengan etika pelayanan wisata, serta Grace Ropa, SE., M.Si yang memotivasi UMKM agar adaptif terhadap tren pasar.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Hukum Tua Desa Darunu, Ruddy B. Jacobus, S.Pd., NL.P, serta Ketua dan Bendahara BUMDes, Denny Kabalu dan Ifranty Bukit. “Kami sangat berterima kasih karena program ini membuat masyarakat lebih bersemangat untuk belajar dan mengembangkan usaha,” ungkap Ruddy.
Antusiasme warga terlihat dari keaktifan mereka mengikuti sesi diskusi, praktik, dan simulasi. Hasilnya, masyarakat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh, seperti membuat pembukuan sederhana hingga memotret produk untuk promosi digital.

Program ini membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Dengan sinergi ilmu pengetahuan, semangat gotong royong, dan dukungan pemerintah desa serta BUMDes, Desa Wisata Darunu kini semakin siap melangkah menjadi destinasi wisata unggulan yang berdaya saing di era ekonomi kreatif.(*RS)






