
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengungkapkan, Penggunaan Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik sangat penting dalam industri pertambangan.
Sharing Session dengan mengangkat tema “The Future EV In Mining Industry” di Bimasena, The Dharmawangsa, Jakarta, Selasa, (26/8/2025), Panglima TNI Periode 2013 hingga 2015 tersebut menjelaskan, Setidaknya ada 3 manfaat penggunaan EV di industri tambang. Pertama untuk efisiensi.
“Kalau mobilnya passanger, satu dia berkontribusi kepada keluarga. Kalau korporasi itu, berkontribusi pada efisiensi di korporasi. Buktinya, kalau dalam ribuan keluarga mengeluarkan tiga atau empat juta dalam satu bulan dengan EV dia cukup 800 ribu sampai satu juta. Sehingga efisiensi cukup besar setiap tahunnya. Sama di korporasi juga begitu. Dengan EV efisiensi dipastikan akan hemat 60 sampai 70%,” urai Moeldoko.
Kedua, Penggunaan EV sangat bermanfaat untuk mengurangi polusi. Artinya, dengan penggunaan EV, perusahaan tambang bisa berkontribusi lebih dalam menciptakan lingkungan bersih.
“Kita juga akan mewariskan sebuah lngkungan yang baik kepada anak cucu kita. Sehingga nanti akan berkurang orang-orang yang menderita, sakit ISPA dan lain-lain. Kalau itu terjadi, dan pasti terjadi, maka Anda berkontribusi pada negara karena negara akan kurangi subsidi BPJS, dan subsidi ini bisa digunakan ke kepentingan lain,” tutur Moeldoko.
Tidak kalah penting, penggunaan EV di indutri tambang sangat bermanfaat dalam menekan subsidi bbm yang nilainya mencapai 150 triliun rupiah. Semakin banyak perusahaan tambang yang menggunakan EV untuk operasional perusahaan, maka semakin besar pula kontribusi industri tambang ke Negara.
Ketiga, anda akan berkontribusi langsung ke negara. Karena saat ini, masih ada subsidi 150 rupiah triliun untuk kepentingan subsidi bbm.
“Kalau semua bisa kurangi subsidinya, maka agregat dari keluarga korporasi lingkungan yang bersih itu berkurang subsidi, maka banyak sekali negara akan menerima sumbangan dari teman-teman (industri). Saat hitung-hitung ada kolerasi positifnya juga dengan menekan inflasi. Jadi bayangkan, negara berkurang pengeluaran di bbm dan bpjs, maka inflasi otomatis membaik,” jabar Moeldoko. (Deon)






