CAHAYASIANG, Jakarta – Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang, Saiful Huda Ems (SHE) menuturkan, Lagi-lagi profesor yang sudah berganti menjadi Provokator Denny Indrayana ini memancing huru-hara.

“Mungkin karena ia sudah tidak lagi jadi pejabat dan orang berpengaruh, seperti dahulu ketika Big Bossnya masih jadi Presiden RI ke 6, Denny Indrayana terus menerus cari perhatian di depan publik,” ujar SHE, Selasa (6/6/2023).
Selain itu, menurut SHE, Denny Indrayana memprovokasi orang bukannya dari dalam negeri sendiri, melainkan dari luar negeri, yakni Australia.
“Tindakan Denny Indrayana seperti ini, bisa dikatakan layaknya tindakan seorang pengecut, yang hanya berani melempar batu dari jauh,” singgungnya.
Ia menambahkan, Untung saja yang jadi Presiden RI saat ini Pak Jokowi, bukan Pak Soeharto, kalau Pak Soeharto yang jadi Presiden saat ini, mungkin Pasport Denny Indrayana sudah dicabut oleh pihak Kedutaan RI di Australia.
“Sebagimana yang dahulu dialami oleh para senior saya yang menjadi aktivis di Jerman yang kritis pada Rezim Soeharto,” ungkapnya.
DENNY INDRAYANA MENYERANG MK, KPK, MA, DAN KSP, SECARA MEMBABI BUTA
“Jika sebelumnya Denny Indrayana menghantam secara membabi buta ke MK, KPK dan MA serta KSP, kali ini Denny Indrayana mulai gencar menyerang Presiden Jokowi,” kata SHE.
Menurut SHE, Denny Indrayana memprovokasi DPR agar memakzulkan Presiden Jokowi, jika saja Presiden Jokowi turut campur dalam keputusan MA terhadap Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Partai Demokrat kubu Pak Moeldoko.
“Bagi Denny Indrayana, Presiden Jokowi yang dianggapnya diam saja melihat tindakan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, yang melakukan KLB dengan mengganti Ketum Partai Demokrat AHY, merupakan bentuk intervensi, persetujuan atau pembiaran Presiden Jokowi terhadap tindakan KSP Moeldoko,” urai dia.
Sambung Dia, Saya jadi berpikir, apa memang Denny Indrayana dan gerombolan SBY lainnya, ini sudah merasa sangat takut kalah di MA, sehingga mereka semakin panik dan secara intensif meneror Presiden Jokowi maupun institusi, atau lembaga-lembaga Pemerintah khususnya MA, dengan tujuan agar PK kubu Pak Moeldoko ditolak oleh MA?
“Denny Indrayana rupanya masih belum siuman dari teler kemabukan politiknya yang panjang, Denny Indrayana masih mengira karakter Presiden Jokowi, sama percis dengan karakter SBY. Ini keliru besar,” sentilnya.
Dirinya memandang, MA sebagai Lembaga Judikatif itu bersifat...






