
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Penyaluran program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diharapkan dapat meringankan masyarakat miskin ternyata sampai saat ini masih terus berpolemik.
Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini didesa pakuweru kecamatan tenga kabupaten minahasa selatan.
Dimana dalam Penyaluran tesebut, masyarakat dikagetkan dengan banyak penerima yang namanya sudah tidak ada dalam daftar penerima.
Bahkan yang lebih memilukan lagi, nama-nama yang masuk dalam daftar penerima justru keluarga-keluarga yang memiliki penghasilan (kwartal kelapa).
Sementara mereka yang layak menerima justru sudah tidak ada dalam daftar penerima.
“Masa dorang yang ada pengahasilan dari hasil kebun kelapa (kwartal) justru dapat bantuan”. Ujar warga yang meminta namanya tudak dipublis.
Kalau pemerintah desa ingin program BLT ini benar-benar tepat sasaran, maka dalam menentukan (pendataan) nama-nama keluarga penerima baiknya sesuai fakta. Kata warga.
“Tapi yang terjadi didesa pakuweru justru sebaliknya, orang yang pantas menerima bantuan namanya dihapus dari daftar penerima”. Ucapnya.
Bahkan yang lebih memiriskan lagi, terindikasi ada keluarga penerima yang masih punya hubungan garis kekeluargaan. Tutupnya.
Melihat begitu berpolemiknya penerimaan Bantuan Langsung Tunai dihampir seluruh desa, berbagai elemen dan pemerhati sosial meminta pemerintah untuk segera membenahi terkait data penerima bantuan. (R_01)





