Menurutnya, pelaksanaan tugas kepolisian harus dilandasi niat pengabdian, keikhlasan, kedisiplinan, serta profesionalisme. Setiap personel dituntut mampu menempatkan diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang senantiasa menjunjung tinggi hukum dan etika profesi.
“Kepercayaan masyarakat, merupakan salah satu modal utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kepercayaan tersebut tidak cukup dibangun melalui ucapan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata, sikap yang terpuji, serta pelayanan yang adil dan bertanggung jawab.” jelasnya.
Karena itu, seluruh personel Polres Boltim diingatkan untuk senantiasa menjaga perilaku, menaati aturan, dan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap anggota diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun institusi Polri yang semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Penegakan Aturan Menjadi Pengingat bagi Seluruh Personel
Upacara PTDH ini bukan sekadar prosesi kedinasan, melainkan momentum untuk menegaskan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap kode etik dalam institusi kepolisian. Setiap personel memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan profesi serta memastikan bahwa setiap tindakan sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.
Rangkaian upacara diakhiri dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara bahwa seluruh kegiatan telah selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.
Melalui pelaksanaan upacara tersebut, Polres Boltim menegaskan pentingnya konsistensi dalam penegakan aturan serta pembinaan personel. Harapannya, setiap anggota semakin menyadari bahwa integritas bukan hanya tuntutan profesi, tetapi juga landasan utama dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.
Disiplin harus dijaga, integritas harus ditegakkan, dan kepercayaan masyarakat harus terus dipelihara. Sebab, kehormatan institusi Polri tercermin dari sikap dan perilaku setiap personel dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari. (*James)


