
Opini Publik Oleh Rojers Ojeng Tangkulung
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Ketika GMIM berada di Puncak Pergumulan yang hampir-hampir wajah harus ditutup karena malu, ditambah lagi terpaan terjadi kubu-kubuan dan management Pengelolaan Keuangan yang tidak baik bahkan devisit.
Datanglah dua hamba Tuhan yang memberanikan tampil terang terangan untuk memimpin GMIM ini, mereka adalah Pdt.Djefry Saisab dan Pdt.Dr.Adolf Katuuk Wenas bersedia memikul salib ini.
Di detik detik itu Pdt.Dr. Adolf Katuuk Wenas di cerca habis habisan untuk dihalangi agar tidak maju memikul salib yang sudah ada didepannya. Sebagai manusia biasa hampir menyatakan mundur dari nominasi itu.
Tuhan mengutus sedikit orang menguatkannya dan Roh Kudus memberi keberanian untuk tetap berani memikul salib. Saat tiba saatnya Tuhan Ijinkan Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas untuk menjadi Ketua BPMS GMIM dengan suara Tuhan yang penuh mujizat itu.
Bahtera Pelayanan GMIM mulai berjalan dengan muatan kapal berisi hasil SMST 38 sebagai barang yang harus dihentar di Pelabuhan yang waktunya singkat 16 Desember 2025 dan harus Tiba 31 Maret 2027 ( 15 bulan) dari kondisi perjalanan yang penuh arus dan gelombang.
Satu persatu orang-orang yang membantu keberangkatan bahtera ini mulai meninggalkan nakoda kapal. Rupanya banyak mereka yang tidak sama dengan Pahlawan bangsa asal Sulawesi Utara Robert Wolter Monginsidi yang manancapkan tekad perjuangannya SETIA HINGGA AKHIR, DALAM KEYAKINAN.
Tapi Nakoda tetap membawa muatan SMST 38 ini dihentar ditempat tujuan. Barang-barang itu berupa :
1. Revisi TG 21
2. Benahi management Perbendaharaan.
3. Pengangkatan PO yang terhambat
4. Terima calon Vicaris
5. Benahi Yayasan-yayasan
6. Terapkan kepemimpinan yang kolektifitas kolegial
7. Jangan Otoriter dalam memimpin
8. Pendapatan jangan terlalu banyak berharap ke sentralisasi jemaat, berdayakan yang lain-lain untuk menutupi devisit.
Bahtera tetap berjalan satu persatu muatan mulai dibongkar. Walau ombak dan gelombang bahkan arus terus menghantam, Nakoda tetap kuat dan teguh Bekerja Untuk Tuhan, biar Tuhan yang melihat apakah Pdt Adolf Wenas Tulus bekerja atau tidak, maka itu amanat SMST yang merupakan muatan 70 % sudah terealisasi. Nakoda tetap pada pendirian sedangkan hati Tuhan agar Sorga yang Tuhan Yesus Siapkan akan ada disana.
Salam Damai bagi kita semua Tuhan Sayang GMIM Tuhan Sayang Torang Samua. (*Red)
Sumber FB: Rojers Ojeng Tangkulung






