CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terlihat tak hadir dalam acara pelantikan Hadi Tjahjanto sebagai Menko Polhukam dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Menteri ATR/BPN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Namun ketika ditelisik lebih jauh ternyata Panglima TNI Periode 2013-2015 tersebut sedang menghadiri acara lain di waktu yang sama, yakni Konferensi ke-37 FAO Asia Pasifik di Kolombo, Sri Lanka.
Saat berasa disana, Moeldoko memaparkan tiga prioritas transformasi pertanian dan pangan untuk menghadapi krisis pangan di Asia Pasifik.
Pertama, transformasi cara bertani. Dirinya menekankan pentingnya mendorong pertanian yang lebih efisien dengan teknologi dan berkelanjutan.
“Kerja sama kawasan dalam pengembangan teknologi pertanian perlu diperkuat,” ujar Moeldoko.
Kedua, transformasi produk pangan. Kawasan Asia Pasifik, yang kaya sumber daya hayati, harus membangun ketahanan pangan dengan diversifikasi pangan.
Moeldoko mencontohkan Indonesia yang mengembangkan pangan non-beras seperti sagu dan sorgum.
“Kerjasama kawasan dalam pengembangan pangan non-beras perlu diperkuat,” kata Moeldoko.
Ketiga, transformasi aktor atau petani. Moeldoko menyoroti masalah regenerasi petani di kawasan dan dunia. Petani semakin tua dan sulit menarik minat anak muda. Untuk menjawab tantangan ini, Indonesia bekerja sama dengan FAO membangun program regenerasi petani.
Program ini meliputi pelatihan berjenjang dari hulu ke hilir, termasuk penggunaan teknologi smart farming dan cara berbisnis yang menguntungkan.
“Cara ini terbukti menarik minat anak muda ke sektor pertanian,” ungkap Moeldoko. (DYW)
#Moeldoko
#KonfrensiFAO
#SriLangka






