CAHAYASIANG.ID, MANADO – Sebanyak 168 mahasiswa tingkat akhir Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mengikuti Uji Kompetensi yang digelar di Gedung 7 Polimdo selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (10–14/6/2024). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan lulusan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Sekretaris Jurusan Akuntansi Polimdo, Jerry Sonny Lintong, SE., MAP., CRA., CRP., menjelaskan bahwa peserta terdiri dari mahasiswa Program Diploma IV semester 8 dan Diploma III semester 6.
“Setiap mahasiswa yang lulus nantinya tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) melalui uji kompetensi. Hal ini menjadi nilai tambah yang membedakan lulusan Polimdo dengan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.
Menurut Jerry, keberadaan sertifikat kompetensi menjadi bekal penting bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja. Pasalnya, dunia industri kini semakin mengutamakan kemampuan praktis dan kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi resmi.
Dalam uji kompetensi tersebut, mahasiswa diuji pada berbagai unit kompetensi di bidang akuntansi, mulai dari penyusunan jurnal, buku besar, kartu persediaan, perhitungan harga pokok produksi, pengisian Surat Pemberitahuan (SPT), Pajak Penghasilan (PPh), hingga pengoperasian aplikasi MYOB Accounting dan MYOB Industri.
“Mahasiswa diuji mengenai seluruh siklus akuntansi, mulai dari pencatatan transaksi secara manual hingga penyusunan laporan keuangan, termasuk penerapan sistem akuntansi berbasis komputer,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan uji kompetensi diawali dengan pembekalan untuk menyegarkan kembali materi yang telah dipelajari selama masa perkuliahan sekaligus memberikan pemahaman mengenai standar kompetensi yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Jerry berharap seluruh peserta dapat dinyatakan kompeten sehingga selain memperoleh ijazah, mereka juga berhak mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikat BNSP berlogo Garuda yang tentunya akan semakin mempermudah mereka dalam memperoleh pekerjaan sesuai bidang keahliannya,” katanya.
Sementara itu, dua mahasiswa peserta uji kompetensi, Jacqlin Pongajow dan Yepta Tatimbang, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut mereka, uji kompetensi menjadi sarana untuk membuktikan kemampuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.
“Kami berharap bisa memperoleh hasil yang kompeten sehingga sertifikat ini nantinya menjadi bukti kemampuan kami dan bermanfaat ketika memasuki dunia kerja,” ungkap keduanya. (RS)



