Kedua, Ganjar dinilai bukan pemimpin yang mampu mengambil keputusan sendiri.
“Status Ganjar yang dideklarasikan dan dibincangkan publik sebagai petugas partai melemahkan persepsi personal Ganjar.” beber Denny JA.
Ketiga, buruknya kinerja Ganjar tangani kemiskinan. kemiskinan di Jawa Tengah juga melampaui prosentase rata-rata kemiskinan nasional.
“Data menunjukan bahwa Jawa Tengah adalah provinsi kedua termiskin di pulau Jawa. Dengan prosentase kemiskinan sebesar 10.98 persen. Tahun 2022, rata-rata kemiskinan nasional sebesar 9.57 persen,” sebut Denny JA.
Namun untuk Anies Baswedan, dirinya memandang, perihal mesin yang lambat panas.
“Dalam setahun, elektabilitas Anies cenderung stagnan. Dalam simulasi 3 nama capres, selalu dibawah Prabowo dan Ganjar,” tegasnya.
Berikutnya, Fakta lain tentang Anies Baswedan dari Denny JA, yakni Anies selalu Underdog, tapi Jangan lupa PILKADA DKI 2017.
“Tren elektabilitas Anies selalu dibawah Prabowo dan Ganjar,” kuliknya.
Namun, Denny JA mengingatkan, pilkada DKI Jakarta tahun 2017 menunjukan bahwa H-9 bulan, Anies pun di posisi buncit dalam pertarungan 3 calon.
“Namun akhirnya lolos putaran kedua, dan mengalahkan Ahok di Putaran kedua,” tegas Observer handal ini.
Padahal hal lain, Denny JA melompat pada Variabel Indeks Cawapres. yaitu, Satu Tambahan Elektabilitas, Dua Ketum Partai (Tiket), Tiga Tokoh dari Ormas Besar, Empat Pengalaman Pemerintahan, Lima Jaringan Sumber Dana.
Tapi hingga sekarang, kesimpulannya, Tak ada satupun cawapres yang memenuhi semua variabel. (Dego)






