CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Survei Opini publik LSI Denny JA merilis hasilnya di waktu pengumpulan data Tanggal 03 s/d 14 Mei 2023, dengan jumlah responden 1200 menggunakan teknik pengumpulan data wawancara Tatap Muka menggunakan kuesioner.

Serta, metodologinya Multi-stage Random Sampling dan margin of error 2,9 persen yang tentu dilengkapi riset kualitatif.
Dalam risetnya yang diterima hari Jumat, (19/5/2023), Denny JA mengatakan, bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto unggul sementara jika tiga pasang capres dan pilpres berpotensi dua putaran.
Sehingga, menurut Pendiri Konsultan Politik pertama di Indonesia tersebut, Capres minimal memperoleh dukungan 33,3 persen suara.
Setelah itu, Pendiri Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia tersebut menjelaskan beberapa fakta.
Mengapa Prabowo Subianto Unggul?
- Mayoritas pemilih inginkan capres yang strong leader yang mampu tumbuhkan ekonomi.
- Limpahan menurunnya dukungan Ganjar
- Pengalaman di pemerintahan pusat
- Menjadi tokoh sentral yang banyak diterima spektrum politik
Sementara, Denny JA juga membeberkan sejumlah temuan terkait penurunan dukungan ke Ganjar Pranowo dalam satu tahun ini.
Bila pemilihan Presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai Presiden di antara 3 nama-nama berikut.
- Mei 2022
Prabowo Subianto 33,4%
Ganjar Pranowo 27,9%
Anies Baswedan 21,4% - September 2022
Ganjar Pranowo 31,3%
Prabowo Subianto 27,9%
Anies Baswedan 21,8% - Januari 2023
Ganjar Pranowo 37,8%
Prabowo Subianto 25,4%
Anies Baswedan 22,1% - Mei 2023
Prabowo Subianto 33,9%
Ganjar Pranowo 31,9%
Anies Baswedan 20,8%
Selain itu, Dirinya mengurai sejumlah alasan dukungan Ganjar Pranowo menurun. Pertama, Efek Negatif Batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia.
“72 % publik menyatakan kecewa Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Ganjar paling disalahkan sebagai penyebab batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.” ujarnya
Kedua, Ganjar dinilai bukan pemimpin yang mampu mengambil...






