
CAHAYASIANG.ID, MINUT – Bhayangkara Boxing Championship 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pembinaan atlet tinju usia muda di Sulawesi Utara. Kejuaraan yang digelar pada 24–25 Juni 2026 di Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, menjadi wadah bagi para petinju muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus menunjukkan potensi terbaik mereka.
Kejuaraan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap kemajuan olahraga tinju di Sulawesi Utara. Dukungan juga datang dari Pembina Pertina Sulut, Tonaas Wangko Ishak Tambani, yang menyediakan kediamannya sebagai lokasi pertandingan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Ketua Pertina Sulawesi Utara, Hendra Jacob, S.IP., menegaskan bahwa pembinaan atlet muda menjadi fokus utama organisasi yang dipimpinnya. Menurutnya, kompetisi yang berkesinambungan menjadi salah satu kunci untuk mencetak petinju-petinju berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kejuaraan seperti ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pembinaan bagi atlet muda. Kami ingin menciptakan regenerasi petinju Sulawesi Utara yang berkelanjutan dan mampu mengembalikan kejayaan tinju daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Hendra.
Sementara itu, Ketua KONI Sulawesi Utara, Brigjen TNI (Purn) B. Jerry Waleleng, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Bhayangkara Boxing Championship 2026. Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, aparat keamanan, pelatih, dan masyarakat.
“Kita harus bergerak bersama dan satu komando agar mampu menghasilkan prestasi yang luar biasa. Hari ini kita melihat semangat serta potensi atlet-atlet muda yang sangat menjanjikan. Kegiatan seperti ini harus terus didukung karena menjadi bagian penting dalam melahirkan juara-juara baru Sulawesi Utara,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Steven Liow, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.
Pada penutupan kejuaraan, Ketua KONI Sulut secara resmi menutup Bhayangkara Boxing Championship 2026 sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para atlet berprestasi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, wasit, pelatih, ofisial, atlet, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kejuaraan tersebut.
Sebagai salah satu daerah yang telah banyak melahirkan petinju nasional, Sulawesi Utara diharapkan terus mempertahankan tradisi prestasinya melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Bhayangkara Boxing Championship 2026 pun menjadi momentum penting untuk menemukan bibit-bibit petinju muda yang kelak mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara dan Indonesia di berbagai ajang bergengsi.(*RS)


