_ANAS URBANINGRUM: HUKUM, TANPA MEMPERTIMBANGKAN ASAS KEADILAN, SECARA YURIDIS DAN SOSIAL SESAT
Anas Urbaningrum dengan penuh haru pada orasinya berkata, Semuanya hadir digerakan oleh hati, Semuanya hadir digerakan oleh pikiran yang jernih.
“Oleh harapan yang baik, dan harapan yang baik itu berpusat pada satu kata, yang sangat penting “JUSTICE” Keadilan,” ucap Anas Urbaningrum.
Melanjutkan orasinya Anas Urbaningrum sambil tersenyum mengatakan, Kok Mulai serius nih? Padahal saya kena prank oleh Bli Pasek, ngomongnya ke saya ulang tahun kecil-kecilan di Monas.
“Karena Ulang tahun kecil-kecilan di Monas, saya langsung bersetujuh. Karena saya belum pernah berulang tahun di tempat sepenting ini,” tutur Anas Urbaningrum.
Setelah itu, Anas Urbaningrum menyinggung, Hukum yang di Tegakan tanpa mempertimbangkan asas keadilan, yang secara yuridis dan sosial sesat.
“Hukum yang tegak melawan keadilan pada dasarnya, melawan falsafahnya sendiri, falsafah keadilan, dari tempat yang penting ini kepada siapapun. Setiap upaya-upaya, usaha, ikhthiar untuk menegakan hukum tidak boleh, Alpa, lalai, dan kemudian melawan nilai dasar keadilan,” serunya.
Anas Urbaningrum pun menggarisbawahi hal paling penting dalam berbagai orasinya di MONAS, yakni “MAHKOTA HUKUM ADALAH KEADILAN”. (Dego)






