• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Tuesday, 21 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » “Sebuah Jaket Berlumuran Darah” dan Wetland Square Pun Bergelora

“Sebuah Jaket Berlumuran Darah” dan Wetland Square Pun Bergelora

Catatan A. R. Loebis

12/02/2025
in Hiburan, Kreatif
0
Share on FacebookShare on Twitter
Para juara lomba baca puisi wartawan pada HPN 2025 Kalsel berfoto bersama dewan juri. (Humas PWI)

CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Wetland Square di Banjarmasin menjadi saksi bisu kehadiran para penyair tangguh seperti Taufik Ismail, Sutardi Calzoum Bachri, Toto Sudarto Bachtiar dan Chairil Anwar dan beberapa lainnya, pada Jumat 7/2-2025).

Mereka hadir pada acara HPN ke-79 itu bukan secara fisik, melainkan melalui buah karya fenomenal mereka yang dibacakan para wartawan penyair, yang mengikuti lomba baca puisi memeriahkan hari pers sekali setahun itu.
Sebanyak 25 wartawan dari Jakarta, Jambi dan tuan rumah Banjarmasin, tampil dengan gaya masing-masing, menyebabkan wetland Square tempat acara diadakan, menjadi bergelora.

Penonton menyaksikan dengan antusias dari dekat dan dari kejauhan. Bangku-bangku berderet di pelataran panggung dipenuhi penonton dan peserta lomba yang menunggu giliran dipanggil.

Ketum PWI Pusat Hendry CH Bangun dan Ketua Panpel Raja Parlindungan Pane, masing-masing memberikan kata sambutan dan membuka acara, dengan senada menyebutkan acara lomba baca puisi itu memiliki makna khusus dalam rangkaian acara di HPN 2025.

“Ini menjadi acara khusus dalam HPN sejak kita adakan di HPN sebelumnya di Ancol Jakarta. Ini ajang silaturahmi sekaligus curhat melalui puisi. Wartawan harus bisa menulis, tapi tidak semua bisa menulis puisi. Banyak wartawan bisa menulis puisi, tapi tidak semua dapat membacanya. Karena ini butuh teknik dan penghayatan,” kata Hendry, yang juga penulis puisi.

“Semoga banyak lahir wartawan penyair. Saya suka dan kagum dengan wartawan yang mampu menulis puisi, apalagi membacanya,” tambah Raja, yang mendambakan suatu saat PWI dapat menyelenggarakan acara wartawan baca puisi di TIM Jakarta.

Malam pun beringsut

Malam mulai beringsut, hembus angin mulai mengencang, jarum jam menunjukkan 20.15 Wita dan kami tiga juri: saya, Djunaedi Tjunti Agus dan Benny Benke, mulai bekerja. Ada meja khusus untuk kami sehingga leluasa mengamati para peserta lomba.

Kami sudah membahas kriteria lomba dalam tiga kolom penilaian, yaitu dari sisi Penampilan, Teknik membaca dan Penghayatan. dari tiga kriteria itu, dibagi lagi dalam beberapa hal, misalnya, dari sisi teknik dibagi atas intonasi, diksi, tempo, artikulasi, pelafalan dan penggunaan teknik suara perut.

Dari sisi penampilan, mulai dari cara peserta masuk panggung, interaksinya dengan audiens, kontak mata, gerak tubuh (body movements) dan property.

Kriteria penghayatan, sejauh mana pembaca puisi mampu berinteraksi dengan penulis puisi melalui konten dan tema puisi, kemudian menyampaikannya kepada penonton, kata demi kata, frasa demi frasa dan kalimat demi kalimat. Sampai akhirnya menilai sejauh mana pesan moral dalam puisi sampai dan dimengerti para penonton.

Post Views: 3,591
Bagikan ini :
Halaman Selanjutnya
Akhirnya enam besar peserta lomba terpilih dan maju...
Page 1 of 2
12Next
Previous Post

Bantuan Hukum Desa dan Kelurahan Jadi Fokus Rakor BPHN

Next Post

Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh di Manado

Next Post

Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh di Manado

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In