CAHAYASIANG.ID, MANADO – Riset yang dilakukan dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado (Polimdo) berhasil menghasilkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk furnitur fungsional seperti meja dan kursi.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr Winda Sanni Slat SST MEng bersama akademisi Jurusan Teknik Elektro Dr Steven Johny Runtuwene SST MEng serta akademisi Teknik Mesin lainnya, Priyono ST MT. Riset ini memanfaatkan mesin rancangan sendiri untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Hasil penelitian yang mulai dikembangkan sejak 5 Januari 2026 tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk pendampingan kepada mahasiswa yang mengikuti ajang International PBL Expo 2025 di Politeknik Batam.
Dalam ajang tersebut, tim mahasiswa dari Polimdo menampilkan produk furnitur berupa meja dan kursi yang seluruhnya dibuat dari bahan sampah plastik daur ulang. Inovasi tersebut berhasil menarik perhatian dan mengantarkan tim Polimdo meraih Juara 2 pada kompetisi tingkat internasional tersebut.
Dr Winda Sanni Slat menjelaskan, riset ini tidak hanya bertujuan menciptakan produk inovatif, tetapi juga menjadi solusi dalam pengelolaan sampah plastik sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam pengembangan teknologi terapan.
Ia juga menceritakan bahwa karya daur ulang tersebut pernah mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie saat berkunjung ke Kampus Polimdo.
“Saat itu juga, Wamen menawarkan agar hasil karya ini dimasukkan ke dalam E-Katalog,” ungkap Winda belum lama ini.
Menurutnya, Wamendiktisaintek juga menyarankan agar produk kursi dan meja hasil daur ulang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas belajar di ruang kelas Sekolah Nusantara di Langowan.
“Ini menarik, karya mahasiswa Teknik Mesin diperhatikan Ibu Wamen,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi hasil riset tersebut, saat ini salah satu ruang kelas di Jurusan Teknik Mesin Polimdo telah menggunakan meja dan kursi yang sepenuhnya berasal dari hasil daur ulang sampah plastik.
Inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai solusi pengolahan sampah plastik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat.(*RS)






