CAHAYASIANG.ID, Sitaro – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan jajaran TNI Angkatan Laut. Komandan Pos TNI AL (Posal) Siau, Kapten Laut (P) Jusak Calvien Tahulending, bersama anggota Posal Siau, turut membantu warga yang terdampak bencana banjir bandang di wilayah Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026).
Banjir bandang dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, berlokasi di Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur. Bencana alam ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti. Curah hujan ekstrem tersebut menyebabkan luapan air sungai yang bercampur material batu, tanah, dan kayu, lalu menerjang permukiman warga di sejumlah wilayah, khususnya di Pulau Siau.
Dampak banjir bandang tergolong cukup parah, terutama di Kecamatan Siau Timur. Selain menyebabkan kerusakan material pada rumah dan fasilitas warga, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Berdasarkan data sementara di lapangan, tercatat sebanyak 13 orang meninggal dunia, sementara sekitar 25 warga lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Sejak pagi hari, Komandan Posal Siau bersama anggota langsung turun ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi korban, pembersihan material banjir, serta mendukung upaya pencarian warga yang masih dilaporkan hilang. Kehadiran prajurit TNI AL di tengah masyarakat menjadi penyemangat tersendiri bagi warga yang tengah menghadapi situasi sulit pascabencana.
Hingga saat ini, proses evakuasi korban selamat, pencarian korban hilang, serta penanganan darurat lanjutan masih terus dilakukan. Kegiatan tersebut melibatkan sinergi berbagai pihak, antara lain Polres Sitaro, Posal Siau, Koramil Siau, serta instansi pemerintah daerah yang tergabung dalam Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain unsur keamanan dan penanggulangan bencana, tenaga kesehatan juga disiagakan dan diterjunkan langsung ke lokasi terdampak. Tim medis memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami luka fisik maupun trauma akibat bencana.
Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpeluang hujan. Upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana akan terus dilakukan demi memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. (*Anto Harindah)





