
CAHAYASIANG.ID, TOMOHON- Demo damai ribuan warga menolak pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di atas Lapangan Bola Kayawu henbohkan Tomohon pada Senin (30/03/2026).
Gerakan ini dipicu oleh prilaku jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) yang memaksakan kehendak mereka untuk membangun tanpa sepengetahuan masyarakat. Sekitar pkl. O9.00 Wita, massa bergerak ke Lapangan bernama Wantol. Dari anak-anak, bapak, ibu sampai Kakek Nenek yang sudah keriput, bersatu bergerak untuk mempertahankan Lapangan yang ternyata secara sembunyi sudah di “rampas” oleh Pemkot Tomohon. Padahal, lapangan ini murni hasil jerih lelah warga, dan hibah dari mantan Kumtua HWS.
Usai menyampaikan orasi di lapangan, massa bergerak menuju Kantor Kelurahan. Ternyata mereka sudah ditunggu oleh Lurah Kayawu, Danramil, Kapolsek Tomohon dan Pengurus KMP. Orasi dibawakan oleh John G. Tampaty yang di bantu oleh Stenly Manopo. DIjelaskan oleh Stenly, sebenarnya warga sangat mendukung KMP, tapi menolak Gerai yang dibangun diatas lapangan. “Kami menolak bangunan diatas lapangan yang digunakan untuk berbagai kegiatan. Kami juga ingin mengetahui siapa oknum yang diam-diam telah menghibahkan atau menjual lapangan ini ke Pemkot,” teriak Stenly.
Warga makin riuh ketika Tampaty mengawali orasinya dengan garang. “Pemerintah tidak jujur, pemerintah tidak transparan, pemerintah tidak menghargai pengorbanan orang-orang tua terdahulu,” kata Tampaty dengan intonasi tinggi. Hal itu, kata John, terlihat dalam proses penetapan lokasi yang tidak melalui musyawarah kelurahan, dan hal-hal lain yang tak selaras dengan regulasi Inpres dan Permendagri. Lebih berat dikejar warga adalah proses hibah lahan ke Pemkot yang sangat miris.
“Kami minta Lurah, supaya jujur sampaikan siapa yang menjual Lapangan kepada Pemkot. Kami akan memproses dan mengadilinya,” tantang John. Terus didesak, Lurah David Lala tetap tak tega menyebut oknum dimaksud. “Lapangan tidak dijual. Tapi di sertifikasi atas nama Pemkot pada tahun 2023. Ini dimaksud untuk menjaga tanah ini,” kata Lala diplomatis. Selebihnya, ada 5 tuntutan demonstran kepada Pemerintah.
Karena tuntutan penyelesaian tak bisa diambil oleh Lurah, massa harus menunggu Camat TomUt Rickyanto Supit yang nanti nongol berapa waktu kemudian. Dalam dialog didalam Balai Kelurahan, Camat baru memutuskan satu poin yaitu, menghentikan sementara Pembangunan Gerai KMP sampai ada penyelesaian masalah. “Dalam beberapa hari kedepan, Pemkot akan datang untuk menuntaskan hal ini,” kata John. (wjj)






