Juru Bicara Aliansi Elemen Masyarakat Sipil untuk Demokrasi Fikri Fakhrudin selaku pelapor mengatakan, pernyataan Aiman soal adanya Komandan Polri yang memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tak bersumber fakta yang jelas. Maka dari itu, Fikri beranggapan ungkapan Aiman ini diduga menyebarkan kebencian dan hoaks.
Dari sinilah, kita bisa menilai repoblik ini sedang maju atau sedang mengalami kemunduran dalam sistem negara berdemokrasi dan bagaimana menjunjung tinggi kebebasan berpendapat serta menghormati nilai-nilai Demokrasi.
Publik menginginkan pemilu kali ini berjalan dengan jujur dan adil serta tanpa ada gesekan satu dengan yang lain. Dan disinilah peran asli dari setiap relawan diharapkan dapat menyuguhkan pemilu yang jujur dan damai. Karena suka atau tidak, apapun yang akan dilakukan oleh setiap barisan relawan, semua nya akan dilihat dan dinilai oleh rakyat indonesia.
Saya sangat tertarik dan senang melihat ada yang berbeda dari Paslon nomor urut 3 yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pada saat di acara talkshow yang dipandu oleh Najwa Shihab, Ganjar Pranowo dengan suara lantang mewakili barisan Relawan PDI Perjuangan mengatakan “Saya berdoa Pemilu kali ini sehat dan damai, tapi dengan segala apapun, tim kami siap! kami akan menyuguhkan Proses Demokrasi yang baik. dan kami bukan menginginkan hal-hal yang tidak baik karena kami ada pada barisan yang ingin benar dan ingin baik. Jangan karna pemilu terus kita marahan, kita seolah pasang style berkelahi, jangan ya, itu tidak baik. karena kita pengen juga Pemilunya damai, Pemilunya damai, aktornya bisa bertemu, bisa tersenyum, bisa bercanda, harapannya followers dan Relawan dimana pun berada bisa damai sehingga tidak hoaks, tidak marahan ya,” kata Ganjar Pranowo.
Oleh karnanya, kita harus tahu bahwa Pilpres Itu hanya Sementara dan Sahabat itu Selamanya!
Saya kira apa yang sudah disampaikan diatas oleh Capres nomor urut 3 (Ganjar Pranowo), memberikan kita pandangan yang sehat soal menyambut pemilu 2024 dan bagaimana menciptakan Relawan yang tanpa pamrih. Relawan tanpa pamrih adalah suatu tindakan memberi diri baik ide gagasan dan sebagainya kepada orang lain dengan niat yang murni, tanpa mengharapkan imbalan atau pengakuan dalam bentuk apapun.
Oleh karenanya judul “Relawan Pamrih vs Relawan tanpa Pamrih” sengaja saya angkat agar para pembaca dan semua masyarakat Indonesia lebih mengerti arti dari menjadi seorang Relawan.
Relawan bukan hanya asal teriak dan mengkampanyekan bahwa Capres dan Cawapres saya paling bagus dan ketika dari pihak sebelah mengkritik dan mengungkap soal keburukan dari pasangan yang lain langsung ada pihak mengambil sikap melaporkan ke Polisi. Hahahaha… saya rasa ini sikap Relawan yang tidak dewasa dan mencederai tatanan Demokrasi di Bangsa ini.
Harus nya relawan itu menunjukan kecerdasan nya, Kemampuan relawan melihat masalah, lalu menghadirkan program sebagai solusinya. Relawan itu trendsetter kebaikan. Relawan harus mampu memberikan advokasi di tengah masyarakat maupun menjadi mitra strategis pemerintah.
Relawan dilain sisi bertugas sebagai mesin pembentuk opini yang menguntungkan kandidat pemimpin tertentu.
Kalau mau lebih fulgar lagi kita bisa menyebut Relawan sebagai Tim Sukses (Timses) calon tertentu. Itu sebabnya, Relawan jangan main-main dalam bersikap dan bertutur kata, karna sikap kalian akan dinilai langsung oleh rakyat dan dampak nya langsung kepada capres dan cawapres kalian. Jangan sampai sikap dan perilaku kalian yang mencoreng dan mempermalukan nama baik pasangan kalian menjelang pemilu ini. Rakyat harus mengetahui hal ini.
Ingat! tidak semua RELAWAN TANPA PAMRIH dan bermental partisan. Tapi, Kita berharap lebih banyak ahli, pengamat demokrasi, dan akademisi yang masih menjaga akal sehat untuk tampil. Memberi pencerahan pada publik, agar tidak dibodoh-bodohi oleh RELAWAN PAMRIH.
Selamat menyambut pesta demokrasi 2024.






