
CAHAYASIANG.ID, Sulut – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, memberikan penjelasan mengenai Ranperda tentang RTRW Provinsi Sulut Tahun 2025 sampai 2044.
Penjabaran Alumnus Baret Merah Kopassus tersebut diberikan dalam rangka mengikuti rapat paripurna DPRD Sulut, Selasa (10/6/2025).
Pada kesempatan itu, Eks Stafsus Presiden Prabowo semasa beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan ini menyampaikan arah pembangunan Sulut selama dua dekade ke depan yang diproyeksikan akan menjadi era transformasi besar.
“RTRW bukan sekadar dokumen perencanaan, tapi panduan pembangunan Sulut yang selaras dengan nilai lokal dan arah nasional,” ucap Gubernur Yulius Selvanus.
Salah Satu Underline atau sorot utama Gubernur, yakni pengembangan infrastruktur berskala besar.
Perlu diketahui, Tak tanggung-tanggung, rencana jalur kereta api sepanjang 315 km akan dibangun, melintasi dua kota dan dua kabupaten.
Sementara itu, Pengembangan Jembatan Bitung–Lembeh dan Bandara Lembeh masuk dalam agenda, mempertegas komitmen membangun konektivitas wilayah kepulauan.
EKONOMI, LINGKUNGAN DAN KONEKTIVITAS JADI FOKUS UTAMA
RTRW 2025–2044 ini menyentuh berbagai aspek strategis: dari pariwisata berkelanjutan, pertanian modern, hingga pengelolaan kawasan lindung dan industri ramah lingkungan.
Total wilayah perencanaan mencakup kurang lebih 6,4 juta hektar, terdiri dari darat dan laut, termasuk pengembangan KEK Likupang, taman nasional, hingga situs budaya seperti Waruga dan Benteng Amurang.
Ketua Gerindra Sulut itu kembali memberi penegasan, Dokumen ini telah melewati proses panjang sejak 2018, melalui diskusi publik dan lintas sektor, demi menyerap masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
KEBIJAKAN STRATEGIS, SATU TUJUAN; SULUT MAJU BERKELANJUTAN
Sembilan arah kebijakan strategis mereka mencakup:
- Penguatan transportasi, khususnya di wilayah kepulauan.
- Pengembangan sektor pariwisata, kelautan, dan pertanian.
- Pemantapan kawasan perbatasan dan pelestarian kawasan lindung.
- Penguatan kelembagaan tata ruang.
INFRASTRUKTUR, KESEHATAN DAN PENDIDIKAN
RTRW yang dijelaskan mencakup pembangunan Universitas Bogani di Bolaang Mongondow dan SMA Taruna Sulut di Minahasa, serta pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu di Bolmut.
Tak luput, Sektor pertambangan dengan penekanan pada pemurnian mineral dalam negeri, hingga pengelolaan lingkungan pascatambang.
Menutup itu, Gubernur Yulius Selvanus meminta DPRD Sulut untuk serius memproses pembahasan agar arah pembangunan sulut makin jelas sekaligus terukur. (*/red)






