
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Tim Nyiur TV menyambangi Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu pagi (11/02025) untuk menggelar podcast dengan Dinas terkait.
Kehadiran tim yang beranggotakan Om Petu, Om Lole, Tepi dan Rama diterima secara langsung Oleh Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Wilhelmina Pangemanan diruang kerjanya.
Pada kesempatan tersebut, Tim melakukan Podcast terkait program dan capaian kerja dari Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut Yulius Selvanus-Victor Mailangkay dari Dinas tersebut.
Kadis Wilhelmina Pangemanan menuturkan di tiga bulan terakhir dinas Pertanian dan Peternakan ada beberapa kegiatan dengan mengacu pada program Asta Cita dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden dimana di poin dua adalah mempertahankan pertahanan bangsa melalui kemandirian bangsa.
“Tentunya untuk dinas pertanian kami tarik kemandirian bangsa ini melalui kemandirian pangan. Juga berkolaborasi dengan program Visi Misi dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yakni Pertanian yang berkelanjutan dari hulu ke hilir.” Ujar Kadis Wilhelmina.
Lanjutnya, ia selalu meminta arahan dari Gubernur Bapak Mayjend TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE dan Wakil Gubernur DR Victor Mailangkay, SH, MH.
“Kami menerapkan terobosan-terobosan ke Pusat. Karena di satu sisi kami harus mengejar target-target produksi pertanian untuk kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara. Sehingga Bapak Gubernur melakukan lobi ke Pusat sehingga untuk pencapaian target-target tersebut terutama dimusim tanam satu dari April ke September 2025 untuk budidaya jagung untuk budidaya jagung kami mendapat alokasi bantuan dari Kementerian Pertanian mengirim benih jagung dengan rincian untuk Kabupaten Bolmong 7500 hektar perkiraan benih sekitar 150an ton, Kabupaten Minahasa Selatan 3800 hektar, Bolmut 3500 hektar, Bolsel 2800 hektar, Boltim 2000an hektar dan Kota Bitung 1000 hektar.” Jelasnya.
Atas inisiatif Bapak Gubernur juga, lanjut Wilhelmina, Dinasnya mendapat sarana pertanian pra maupun pasca panen yaitu tractor roda empat 10 unit dan alat panen padi seperti acara kemarin di Kakas.
“Jadi kami bukan mengejar 100 hari kerja. Tapi memang harus bekerja secara terencana, terlaksana dan evaluasi. Sehingga output maupun outcame nya, baik peningkatan produksi dan petani itu harus meningkat. Kami juga berupaya menggiatkan petani-petani untuk melakukan penanaman di lapangan. Kemarin ada surat dari Bapak Gubernur kepada Bupati/Walikota untuk menggalakkan masyarakat untuk Tanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam. Itu ajakan Pak Gubernur untuk menanam komoditi lokal.” terangnya.
Terkait Green Ekonomi, di Dinas ini ada Gerakan Marijo Batanam Organik. Dimana setiap hari jumat di dinas ini membuat demo-demo bagaimana cara untuk membuat pupuk organik. Selain itu menggunakan pupuk organik dapat mengurangi pencemaran tanah dan pencemaran udara.
“Karena cita-cita Pak Gubernur melihat di dataran hijau, melihat di langit biru dan melihat di laut biru, berarti oksigen sirkulasi udara yang dihirup oleh masyarakat itu mengandung oksigen yang sehat. Berarti generasi kebawah kita nanti anak cucuk kita akan hidup di lingkungan yang sehat apabila kita juga persiapkan mulai dari sekarang.” Pungkasnya.
Diakhir bincang-bincang tersebut, Kadis Wilhelmina Pangemanan juga menghimbau kepada para Petani di lapangan untuk segera melaksanakan penanaman karena kita harus mengantisipasi El Nino di bulan Juni-Juli nanti. Sehingga saat ini dengan cuaca yang masih memungkinkan Marijo Torang menanam komoditi lokal.” Tutupnya. (*Red)






