CAHAYA SIANG.ID, MINUT – Proyek jembatan Desa Suwaan Jaga 5 tahun 2021, diduga mangkrak dan tidak bisa digunakan oleh warga.
Dari hasil investigasi langsung Media Cahaya Siang.id, fakta di lapangan, jembatan yang dibangun tidak bisa digunakan warga. Bahkan jembatan ini terlihat ‘lucu’ karena akses untuk naik ke jembatan belum ditimbun bahkan di sisi kiri sebelah timur tidak dibangun talud penahan. Itupun talud lpenahan sisi kanan dibangun dari proyek yang berlainan. Kemudian di sebelah barat tanggul penahan di kedua sisi sama sekali tidak dibangun
Dari hasil wawancara warga sekitar, Sala Misa, proyek ini diketahui dikerjakan tahun 2021 tapi pekerjaannya tidak selesai.
“Saya tidak tahu siapa yang kerjakan, saya hanya menjadi pekerja di proyek talud yang baru saja dibangun,” ujar Misa polos sembari menunjuk lokasi proyek talud yang bersebelahan dengan proyek jembatan.
Hasil pengamatan media, antara proyek jembatan dan talud tampaknya dikerjakan sendiri-sendiri dengan anggaran terpisah.

Kondisi ini, otomatis pembangunan jembatan yang diperkirakan dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah ini mubazir karena sama sekali tidak bisa dilewati atau digunakan warga. Untuk memgakses seberang jembatan dari dua arah, warga harus turun lewat jalan setapak yang ada di bawah jembatan.
Terkait hal ini, Kadis PUPR Minut Noldy Kilapong saat hendak dikonfirmasi via hp selular di nomor 08525635xxxx tidak menjawab.
Terpisah, Ketua DPD Barisan Anti Korupsi Kolusi Nepotisme (BAKKIN) Sulawesi Utara (Sulut) Calvin Limpek angkat bicara masalah temuan jembatan mangkrak ini.
“Satu paket proyek seyogjanya harus diselesaikan di tahun berjalan, dan jika kondisinya seperti ini artinya tidak selesai dan tentunya APBD yang digelontorkan menjadi mubazir karena tidak bisa dimanfaatkan warga. Dan tentunya tidak ada lagi anggaran untuk menyelesaikannya,” tukas Calvin.
Limpek-pun meminta , APH(aparat penegak hukum) Kajari Minut harus turun lapangan menindak lanjuti.
“Ini kuat dugaan ada indikasi korupsi sebab kenyataannya proyek dikerjakan tahun 2021 dan biasanya anggarannya sudah dicairkan 100 persen,” tandas Limpek.(Rubby)






