CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Dunia Internasional dibuat tertipu setelah mendengar kabar Recep Tayyip Erdogan masih unggul di pemilihan umum (Pemilu) Turki putaran pertama pada Minggu (14/5/2023).

Padahal sederet lembaga survei ternama, memprediksi sang petahana Reccep Tayyip Erdogan bakal kalah dari Rivalnya Kemal Kilicdaroglu.
Sementara itu, Mehmet Ali Kulat selaku kepala salah satu perusahaan riset yang merilis jajak pendapat di Turki, MAK, mencoba menjawab kebingungan publik tersebut.
Entah kenapa, Dirinya sendiri mengaku kesulitan menggelar jajak pendapat, karena pemilu Turki berdekatan dengan Ramadan.
“Ada periode 20 hari setelah Ramadan dan secara legal, kami tak boleh menggelar jajak pendapat di 10 hari terakhir. Ini membuat kami kesulitan. Namun, sebagai perusahaan riset, kami tak boleh mencari-cari alasan,” ujar Mehmet Ali Kulat Kulat, mengutip Reuters, Selasa (16/5/2023).
Selain itu, ahli strategi perkembangan pasar SEB, Erik Meyerson menjelaskan, layaknya di berbagai negara lain, survei di Turki juga bisa salah, apalagi jika warga tak jujur ketika mengikuti jajak pendapat.
“Survei berbeda dengan bias-bias dan isu yang berbeda menciptakan kesalahan yang tak mewakili pilihan mereka (rakyat), ujar Erik Meyerson.
Sambung Dia, Pemilih mungkin memberikan sinyal yang mengindikasikan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah dengan meningkatkan opini mereka terhadap oposisi, tapi mereka tetap saja mendukung petahana di pemilu.
Menurut Erik Meyerson, Kebingungan ini merebak setelah hasil penghitungan pemilu menunjukkan Erdogan unggul dengan raupan 49,5 persen suara, disusul rival terkuatnya, Kemal Kilicdaroglu, yang meraih 44,96 persen suara.
Seperti diketahui bersama, Erdogan dan Kilicdaroglu memang tak mencapai ambang minimal untuk keluar sebagai pemenang, yaitu 50 persen, sehingga mereka harus kembali bertarung di pemilu putaran kedua pada 28 Mei mendatang.
Namun, hasil ini tetap mengejutkan karena sebelumnya, sebagian besar lembaga survei memprediksi Kilicdaroglu bakal menghajar Erdogan dan mendepaknya dari kursi presiden.
Kemudian, MAK bahkan merilis hasil survei pada 7 Mei, notabenenya menunjukkan Kilicdaroglu bakal menang dengan perolehan suara 50,9 persen, cukup untuk melaju ke kursi presiden.
Karena itu, Mereka menyebut rakyat sudah jengah di tengah krisis ekonomi yang terus mencekik Turki. Erdogan juga dianggap tak becus mengatasi dampak gempa dahsyat beberapa bulan lalu.
Namun kenyataannya, Erdogan tetap unggul di pemilu, walau memang dengan angka terpaut tipis dari Kilicdaroglu.
Lebih lanjut lagi, koalisi Erdogan, Aliansi Rakyat, juga berhasil mendapatkan mayoritas di parlemen dengan raihan 321 dari 600 kursi yang diperebutkan.
Capaian tersebut, dianggap dapat sangat membantu Erdogan dalam pemilu putaran kedua nantinya. (Dego)






