RUSIA SEJAUH INI BELUM MENGOMENTARI PROPOSAL PERDAMAIAN TERSEBUT
Malahan Pejabat Rusia menekankan, di masa lalu untuk mencapai perdamaian abadi, Ukraina harus membatalkan tawarannya bergabung dengan NATO demi netralitas dan mengakui akuisisi teritorial Rusia baru-baru ini.
Juru bicara (Jubir) Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan pada hari Jumat (2/6/2023), tidak ada dasar untuk negosiasi yang berarti saat ini.
“Karena Ukraina dan Barat tidak memiliki kemauan politik untuk mempertimbangkan tujuan dan kepentingan negara kita,” ungkapnya.
CHINA DIKETAHUI MENAWARKAN PERDAMAIAN KEDUA BELAH PIHAK, TAPI DITOLAK UKRAINA
Awal tahun ini, China diketahui mempresentasikan peta jalan perdamaian antara kedua negara bertikai yakni, Rusia dan Ukraina, tetapi langsung ditolak oleh pihak Ukraina.
Secara gamblang, Perwakilan Barat berpendapat, Ukraina harus bernegosiasi dengan Rusia dengan caranya sendiri.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, Jumat (2/6/2023), mengatakan gencatan senjata dengan cara apa pun akan menguntungkan Rusia, karena itu tidak akan menghasilkan perdamaian yang adil dan abadi.
SEJARAH SINGKAT PERANG RUSIA VERSUS UKRAINA
Republik Rakyat Donetsk, Lugansk, serta Kherson dan Zaporozhye telah menjadi bagian dari Rusia, setelah mengadakan referendum tentang masalah tersebut pada bulan September 2022.
Sekilas Krimea juga melakukan hal serupa dengan beberapa wilayah Ukraina sebelumnya (barusan) di tahun 2014, tetapi tidak lama setelah itu kudeta yang didukung Barat terjadi di Kiev Ukraina.
Rusia kemudian meluncurkan operasi militernya, kepada negara tetangganya tersebut semenjak Februari 2022.
Dengan alasan perlunya melindungi rakyat Donbass dan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian damai Minsk 2014-2015. (Dego)






