CAHAYASIANG.ID // Jakarta – Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri halal bihalal dan reuni purnawirawan TNI-Polri di Jogja Expo Centre (JEC), Bantul, Rabu (3/5/2023), yang digelar pada pukul 14.00 WIB.

Kegiatan tersebut, dihadiri oleh berbagai Purnawirawan TNI/Polri lintas angkatan, termasuk mantan Panglima TNI, Jenderal Wiranto.
Diketahui, baik Purnawirawan TNI/Polri merupakan garda bangsa sebagai Penjaga NKRI semasa tugas mereka, bahkan pasca pensiun pun mereka tetap terus berkarya.
Berikut Perjalanan Singkat, Prabowo Subianto Dalam Dunia Militer Indonesia
- Prajurit Kopassus
Dari tahun 1976 hingga 1985, Prabowo Subianto bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), pasukan khusus Angkatan Darat pada saat itu.
Salah satu penugasan pertamanya adalah sebagai komandan pleton pada Grup I/Para Komando yang menjadi bagian dari pasukan operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
Berusia 26 tahun, Prabowo Subianto merupakan salah satu komandan pleton termuda dalam operasi tersebut.
Ia berperan besar dalam memimpin sebuah misi penangkapan terhadap Nicolau dos Reis Lobato, pemimpin Fretilin yang pada saat Operasi Seroja menjabat sebagai Perdana Menteri.
Dengan bantuan adiknya sendiri Antonio Lobato, kompi Prabowo Subianto menemukan Lobato di Maubisse, sebuah kota kecil lima puluh kilometer di selatan Dili.
Ia tewas tertembak di perut saat bertempur di Lembah Mindelo pada 31 Desember 1978; salah satu peristiwa yang menandai berakhirnya perlawanan terbuka Fretilin terhadap invasi militer Indonesia dan bermulanya pendudukan militer atas bekas wilayah jajahan Portugal tersebut.
Pada tahun 1983, Prabowo Subianto telah menjabat sebagai wakil komandan pada Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) di Kopassandha.
Pada tahun 1985, Prabowo Subianto menjadi wakil komandan...






