CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Poltracking Indonesia Hanta Yuda memberikan tanggapan mengenai potensi Walikota Solo Jawa Tengah Gibran Rakabuming Raka menjadi bakal calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Soal Peluang Walikota Solo tersebut, Hanta Yuda mengungkapkan, Kalau bicara Gibran tak bisa lepas dari Pak Jokowi.
“Karena kita tahu Pak Jokowi punya dampak pada dinamika elektoral kita, Pak Jokowi (Jokowi Effect) ini diperebutkan” kata Hanta Yuda, Rabu (13/9/2023).
Dia kemudian mengatakan, Kenapa Pak Jokowi punya dampak? Karena Aproval Rattingnya atau Tingkat Kepuasannya cukup tinggi. Beda ceritanya Pak Jokowi hanya punya tingkat kepuasan 50 sampai 60 persen.
“Pak Jokowi memiliki mesin politik non partai, ada relawan dan lain sebagainya. Pak Jokowi adalah Panglima tertinggi, Presiden yang sedang menjabat. Yang mengendalikan fitur-fitur kekuatan ketika Pilpres berlangsung,” jawab Hanta Yuda.
Ia juga menekankan, Siapapun yang akan berkompetisi pasti akan memerlukan berebut efek Jokowi.
“Dan Brand Asociation yang kuat sekarang ini adalah Mas Gibran satu-satunya. Itu yang membuat Gibran menjadi seksi,” ucap Hanta Yuda.
ELEKTABILITAS GIBRAN MENURUT POLTRACKING INDONESIA
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia tersebut menjelaskan mengenai elektabilitas Gibran, sebelum bicara elektoral ada kandidasi.
“Tapi di koalisi Pak Prabowo, ada nama Pak Airlangga, Ada nama Pak Erick Thohir yang keluar dari PAN dan seterusnya. Bisa jadi ini perkiraan, Saya mengasumsikan misalnya MK mengabulkan itu bisa jadi menjadi jalan tengah. Solusi dari dinamika di Internal,” tutur Hanta Yuda.
Dirinya menguraikan, Dari sisi elektoral memang tak setinggi Pak Erick Thohir, Pak AHY, dan Sandiaga Uno.
“Tapi muncul nama Gibran di Survei kami Poltracking lumayan, ya. Satu Digit di angka 7 Persen, dia punya potensi Elektabilitas lumayan sama dengan beberapa yang sudah muncul belakangan dan lebih awal,” urainya.
Dari Survei Poltracking, Secara jelas Hanta Yuda menegaskan, Gibran punya basis kuat di Jawa Tengah, dan itu adalah basisnya Mas Ganjar.
“Nah kalau Pak Prabowo menjadi kompetitor Mas Ganjar menjadi penting untuk melirik Gibran. Mas Gibran ini punya basis di Pemilih muda yang juga diperlukan untuk menambal atau melengkapi Pak Prabowo. Jadi yang paling butuh Gibran disisi ini adalah Pak Prabowo secara elektoral, ya. Kalau dari sisi Mas Ganjar agak sulit karena PDI Perjuangan sudah mengambil posisi capres,” pukas Hanta Yuda.






