
CAHAYASIANG.ID, MINUT — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa. Salah satu implementasinya dilakukan di Desa Talawaan melalui penerapan sistem monitoring kualitas air kolam ikan air tawar berbasis Internet of Things (IoT) dan web.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 18–25 Agustus 2026 tersebut bertujuan membantu para petani ikan melakukan pemantauan kondisi kolam secara lebih efektif, cepat, dan terukur.
Selama ini, pemantauan kualitas air masih banyak dilakukan secara manual sehingga perubahan kondisi kolam tidak selalu dapat diketahui secara real time. Padahal, kualitas air menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan.
Melalui sistem monitoring berbasis IoT, sejumlah parameter kondisi kolam dapat dipantau dan ditampilkan melalui dashboard berbasis web. Data tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan kolam serta melakukan tindakan lebih cepat ketika terjadi perubahan kondisi air yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ikan.
Dukung Ekosistem E-Commerce Produk Perikanan
Tidak hanya berfokus pada pengelolaan kolam, kegiatan PkM ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem e-commerce produk perikanan di Desa Talawaan.
Sistem monitoring yang terintegrasi dengan platform digital diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi yang mendukung proses pemasaran ikan secara lebih modern dan transparan. Data produksi serta kondisi ikan dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung bagi pelaku usaha dalam menawarkan produk kepada konsumen.

Pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi produk perikanan lokal. Selain meningkatkan efisiensi pengelolaan kolam, digitalisasi juga membuka peluang bagi petani ikan untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui platform e-commerce.
Dengan demikian, konsumen nantinya dapat memperoleh informasi mengenai produk ikan yang ditawarkan dengan lebih mudah, sementara pelaku usaha memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk di luar wilayah Desa Talawaan.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi melakukan pengenalan teknologi, pemasangan dan penerapan sistem, serta pendampingan kepada masyarakat petani ikan. Pendampingan dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami manfaat serta cara memanfaatkan sistem tersebut dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Hukum Tua Desa Talawaan, Ricky S.F. Sumampouw, bersama para petani ikan berdiskusi dengan tim pengabdi Polimdo yang terdiri dari Marike Kondoj, Anthoinete Waroh, Yoice Putung, Ali Ramschie, Herry Langi, Ronny Katuuk, Johan Makal, dan Eliezer Rongre, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polimdo untuk menghadirkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat. Penerapan IoT pada sektor perikanan diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap kebutuhan monitoring kualitas air, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha perikanan desa yang semakin terhubung dengan teknologi digital.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, petani ikan, dan mahasiswa, Desa Talawaan diharapkan dapat semakin siap memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal serta memperluas akses pasar produk perikanan melalui transformasi digital.(*RS)


