
CAHAYASIANG.ID, Bitung — Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kota Bitung, berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (26/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung sekaligus juga selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Bitung, Kak Hengky Honandar.
Dalam apel yang dihadiri oleh ratusan anggota Gerakan Pramuka Kota Bitung itu pula, Kak Hengky yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh, menyerahkan apresiasi kepada dua anggota Pramuka Penggalang perwakilan Kota Bitung yang menorehkan prestasi gemilang di ajang Jambore Nasional (Jamnas) 2026.
Adapun kedua anggota Pramuka Penggalang tersebut adalah Penggalang Putri, Angel Lovely Djafar, yang berhasil meraih Juara 1 Putri Jamnas 2026, serta Penggalang Putra, Kevin Wurangian, yang berhasil meraih penghargaan Top 1 Following.
Pada apel yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Pramuka ke-65 ditegaskan bukan sekadar seremoni tahunan saja. Lebih dari itu, momentum ini menjadi sarana memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter, keterampilan, kepemimpinan, dan kemandirian generasi muda.
Saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Hengky menyampaikan bahwa 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diwarnai pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, disiplin, bertanggung jawab, serta mencintai Tanah Air.
“Hari Pramuka bukan hanya sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas,” ucapnya.
Kak Hengky menekankan bahwa semangat Hari Pramuka ke-65 dan Jamnas ke-12 Tahun 2026 yang mengusung sub-tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, harus diwujudkan melalui aksi nyata.
Menurutnya, swasembada pangan tidak sebatas kegiatan menanam. Ruang lingkupnya jauh lebih luas, mencakup pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, hingga kemampuan generasi muda menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan masing-masing.
Pendidikan kepramukaan kini didorong untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan lingkungan. Selain itu, Pramuka dituntut mampu memanfaatkan teknologi tepat guna sejak usia dini.
“Gerakan Pramuka terus berkembang dari learning by doing menjadi learning, creating and solving, yaitu belajar dengan mencipta sekaligus menyelesaikan persoalan nyata,” ujar Hengky.

Menjawab Tantangan Zaman dan Penguatan Karakter...


