Dengan demikian, teknologi digital tidak sekadar menjadi alat untuk mendapatkan jawaban secara instan, tetapi menjadi media pembelajaran yang membantu mahasiswa memahami proses berpikir dan dasar keilmuan.
Rudolf juga menekankan pentingnya membangun tim yang solid dan terbuka terhadap kolaborasi lintas jurusan. Menurutnya, inovasi teknologi yang kompleks tidak mungkin dikembangkan secara maksimal apabila hanya mengandalkan satu bidang keahlian.
Ia berharap dukungan institusi terhadap pengembangan riset, penyediaan perangkat, server, pembiayaan, serta keterlibatan tenaga ahli dari berbagai jurusan dapat terus diperkuat.
Tim inovasi tersebut juga berharap mahasiswa semakin aktif terlibat dalam proses pengembangan teknologi, sehingga budaya riset dan inovasi dapat tumbuh sejak awal masa perkuliahan.
Sementara itu, Fardi Kalumata, S.ST., M.T., dan Steven Kamurahan, M.Ars., turut menjadi bagian dari tim pengembangan inovasi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, pihak pimpinan Polimdo juga menekankan bahwa publikasi prestasi tidak boleh hanya berhenti pada informasi mengenai keberhasilan meraih juara dalam kompetisi.
Lebih dari itu, masyarakat perlu mengetahui substansi inovasi yang dihasilkan, teknologi yang digunakan, proses penelitian, serta manfaat nyata dari karya tersebut.
Dengan demikian, prestasi internasional yang diraih dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperlihatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi yang dikembangkan Polimdo.
Keberadaan Drone Academy Polimdo juga menjadi salah satu potensi penting untuk dikembangkan. Akademi ini memiliki keunggulan karena didukung instruktur dari kalangan dosen dan praktisi yang telah memiliki sertifikasi serta pengalaman dalam berbagai proyek pekerjaan.
Melalui pengembangan Drone Academy, Polimdo diharapkan dapat membangun kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi drone, pemetaan, survei, hingga integrasi dengan teknologi satelit dan pekerjaan pertambangan.
Ke depan, pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kompetisi dan proyek kolaboratif yang mengintegrasikan teknologi drone, satelit, sistem digital, serta pengoperasian alat berat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Polimdo menargetkan penguatan posisi pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di panggung internasional.
Pengalaman internasional ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda dari lingkungan kampus.
Semangat yang ingin dibangun adalah bahwa mahasiswa politeknik tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang terampil, tetapi juga menjadi pencipta teknologi, pengembang produk inovatif, dan generasi yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.(*RS)


