
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan inovasi teknologi serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Pengalaman mengikuti dan menyaksikan perkembangan teknologi di Tiongkok, termasuk inovasi yang dikembangkan perusahaan teknologi dan manufaktur besar HCMG, menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi civitas akademika Polimdo untuk terus melakukan terobosan.
HCMG yang selama ini dikenal sebagai perusahaan produsen alat berat ternyata memiliki kemampuan teknologi jauh lebih luas. Perusahaan tersebut juga mengembangkan berbagai teknologi canggih, didukung ekosistem pendidikan dan riset sendiri, serta pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), machine learning, hingga teknologi komunikasi generasi terbaru.
Perkembangan tersebut membuka wawasan bahwa teknologi alat berat tidak lagi hanya berkaitan dengan mesin dan pengoperasian peralatan, tetapi telah terintegrasi dengan teknologi digital, sensor, sistem pemantauan, hingga kecerdasan buatan.
Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peluang besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan inovasi dan bersaing di tingkat global.
Wakil Direktur IV Polimdo, Juliet P.T. Makinggung, menegaskan bahwa pengalaman tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika, khususnya dosen dan mahasiswa, untuk terus meningkatkan kemampuan serta tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah diperoleh.
Menurutnya, prestasi internasional yang diraih tim Polimdo harus menjadi awal untuk membangun kepercayaan diri bahwa mahasiswa dan dosen politeknik juga mampu menghasilkan karya yang diperhitungkan di dunia internasional.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang bergabung dengan Polimdo karena kampus vokasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang bersama dosen-dosen yang inovatif dan memiliki orientasi terhadap perkembangan teknologi masa depan.
Selain itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proyek penelitian, pengembangan produk terapan, serta berbagai kompetisi nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Polimdo, Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa pengalaman melihat kemajuan teknologi di Tiongkok semakin memperkuat tekad tim untuk membawa hasil penelitian ke tahap implementasi nyata.
Menurutnya, sebuah penelitian tidak boleh berhenti hanya sebagai gagasan, laporan, atau paper ilmiah. Hasil riset harus dikembangkan menjadi produk terapan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Ia mengungkapkan, tim saat ini telah memiliki sejumlah gagasan pengembangan teknologi yang masih dalam tahap internal. Salah satu arah pengembangannya adalah mengintegrasikan sistem berbasis perangkat keras (hardware) dengan website dan aplikasi digital sehingga dapat diakses serta dimanfaatkan secara lebih luas.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah industri pertambangan nikel di Sulawesi Utara.
Menurutnya, peluang kerja sama dengan industri pertambangan tidak...


