CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – Akademisi Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi Ferry Daud Liando merespon terbukanya peluang Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menang Pilpres dalam sekali putaran.

Hal tersebut tergambar dalam publikasi survei LSI Denny JA beberapa waktu lalu, Sebagaimana Penjelasan, Penelitinya Adjie AL Faraby.
“Jika survei akhir Januari 2024 dari Prabowo-Gibran 50,7% dikurangi atau ditambahkan Margin Of Error 2,9%. Posisi Prabowo-Gibran, Jika dikurangi Margin of Error menjadi 47,8%. Jika ditambahkan Margin of Error jadi 53,6%,” kata Adjie, sesuai pemaparannya, Selasa (30/1/2024).
Menurut Akademisi Jebolan GMKI tersebut, Saat dihubungi Sore hari ini, Jika semua lembaga survei memiliki angka yang tidak berjauhan atau kemiripan hasil, maka bisa jadi hasil survei itu dapat menjadi pegangan.
“Namun, jika angkanya berbeda jauh satu sama lain, maka masih perlu di buktikan pada pemungutan suara 14 Februari nanti,” kata Ferry Liando.
Sementara itu, Ia menjelaskan, Selama ini, hasil-hasil survei, oleh lembaga-lembaga survei kerap berbeda untuk dua hal.
Lebih lanjut, Dirinya menuturkan, Pertama, angka yang diperoleh masing-masing pasangan sangat berbeda satu sama lain, dan perbedaan itu terlampau jauh. Kedua, rangkingnya masih berbeda-beda.
“Sebagian menempatkan paslon Nomor 1 (Anies-Muhaimin) sebagai runner up, Sementara yang lain menempatkan paslon Nomor 3 (Ganjar-Mahfud),” ujar Ferry Liando.
Dia juga menambahkan, Bisa jadi perbedaan signifikan itu adalah karena perbedaan informan, perbedaan waktu survei, dan perbedaan metode yang digunakan.
“Berkaca dari pengalaman Pilkada, hasil-hasil survei ternyata berbeda jauh dengan hasil yang sesungguhnya. Hal itu terjadi, karena terjadi perbedaan antara tingkat kesukaan dan kepercayaan pemilih dengan apa yang dipilihnya,” pesan Ferry Liando.
“Pada saat survei dilakukan, pertanyaan yang sering diajukan adalah siapa pasangan yang paling dipercaya atau disukai. Namun pada saat pencoblosan, pemilih tidak memilih calon yang ia sukai atau ia percaya, tetapi yang ia pilih adalah calon yg memberinya uang atau pemilih memilih karena faktor tekanan atau intimidasi,” sambungnya.
Dirinya mengingatkan, Rentang waktu antara dilakukannya survei, dengan waktu pencoblosan masih sekitar dua minggu.
Setelah itu, Pelopor S2 Kepemiluan ini menggarisbawahi, Masih ada waktu untuk mengubah sikap politik pemilih.
“Apalagi jumlah pemilih swing voters, dan pemilih yang belum menentukan sikap masih cukup tinggi. Namun demikian, jika tim pemenangan Prabowo-Gibran bekerja keras untuk 2 minggu ini, maka hasil survei itu bukanlah hal mustahil,” tutup Ferry Liando. (DYW)
#AkademisiKepemiluan
#FerryDaudLiando
#SurveiLSIDennyJA






