• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Rabu, 10 Juni 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Petani Cengkeh Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Pohon Setinggi 13 Meter

Petani Cengkeh Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Pohon Setinggi 13 Meter

10/06/2026
in Kepulauan, Sangihe
0
Share on FacebookShare on Twitter

 CAHAYASIANG.ID, SANGIHE – Seorang petani cengkeh bernama Tahulending Malintoi (47), warga Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja saat memetik cengkeh, Rabu (10/6/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di kebun cengkeh milik korban yang berada di Lindongan II Mala, Kampung Batunderang. Korban diduga terjatuh dari pohon cengkeh setinggi sekitar 13 meter saat sedang melakukan aktivitas panen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban pertama kali ditemukan oleh dua kerabatnya, Seblum Hamaaling dan Poster Lohonsili. Saat itu keduanya berada di rumah keluarga Hamaaling-Luminuhe yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi pohon cengkeh tempat korban bekerja.

Seblum Hamaaling menuturkan, sebelum kejadian dirinya sempat melihat korban memanjat pohon cengkeh untuk memetik buah. Tak lama kemudian, ia bersama Poster Lohonsili yang sedang berada di dalam rumah mendengar suara benturan keras di atap pondok tempat dirinya bekerja membuat perahu.

Kemudian mereka keluar rumah dan melihat korban sudah tergeletak tengkurap di tanah di bawah pohon cengkeh.

Keduanya kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan menyiramkan air ke kepala korban sambil memanggil warga sekitar. Namun korban tidak dapat diselamatkan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kepala menghadap ke tanah. Korban mengalami luka gores pada bagian wajah sebelah kanan hingga dagu, tangan kanan, serta kaki kiri. Beberapa menit setelah ditemukan, darah juga terlihat keluar dari mulut korban.

Petugas juga menemukan dahan pohon cengkeh yang patah dan diduga menjadi pijakan terakhir korban sebelum terjatuh ke tanah.

Sementara itu, istri korban, Ahusta Manumpil (53), mengungkapkan bahwa suaminya berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 Wita untuk memetik cengkeh seorang diri. Sekitar satu jam kemudian, dirinya bersama menantu menyusul ke kebun. Namun di perjalanan mereka bertemu dengan Poster Lohonsili yang memberitahukan bahwa korban telah mengalami kecelakaan.

Saat mereka tiba di lokasi, suaminya (korban) sudah diangkat oleh warga ke depan rumah keluarga Hamaaling-Luminuhe.

Kapolsek Manganitu Selatan Ipda Harmen Kontu, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian tersebut merupakan kecelakaan kerja murni akibat korban terjatuh dari pohon cengkeh saat memetik hasil kebun.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Adapun langkah yang telah dilakukan aparat kepolisian antara lain menerima laporan, melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta membuat berita acara penolakan autopsi sesuai permintaan keluarga.

Kejadian ini menjadi pembelajaran dan pengingat bagi kita semua untuk berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, terlebih lagi saat bekerja di ketinggian untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan. (* Anto)

Post Views: 724
Bagikan ini :
Previous Post

Bapelkum Bitung dan BNN Kota Bitung Bahas Persiapan Penandatanganan PKS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In