CAHAYASIANG.ID, Manado – Bank SulutGo (BSG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) melalui kegiatan bertajuk “Literasi Pengendalian Internal dan Strategi Anti Fraud” yang digelar di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat BSG.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan efektivitas sistem pengawasan internal serta membangun budaya kerja yang berintegritas di seluruh lini bisnis, khususnya di tingkat cabang sebagai ujung tombak pelayanan kepada nasabah.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Beston Panjaitan, SE, Akt, MSi, Ph.D, CFE, CA, pakar berpengalaman di industri keuangan dan mantan Pejabat Pengawas Perbankan OJK Pusat. Dalam pemaparannya, ia mengulas secara komprehensif berbagai pola mitigasi risiko, pentingnya sistem pengendalian internal yang kuat, serta perlunya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan modus kejahatan perbankan yang kian kompleks.
Menurutnya, pengendalian internal bukan hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi penyimpangan sebelum berdampak lebih luas terhadap reputasi dan kinerja bank.
Direktur Utama BSG, Revino M. Pepah, yang turut menjadi pembicara utama, menegaskan bahwa kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama dalam industri perbankan.
“Pengendalian internal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan budaya kerja yang harus mendarah daging di setiap insan BSG. Kita harus memiliki zero tolerance terhadap segala bentuk penyimpangan yang berpotensi merugikan perusahaan dan nasabah,” tegas Revino.
Sebagai bentuk komitmen nyata, puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud secara kolektif oleh seluruh Pemimpin Cabang dan Pemimpin Cabang Pembantu BSG. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh jajaran Direksi dan narasumber, sebagai simbol komitmen tertulis untuk menjaga wilayah kerja masing-masing dari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip integritas dan hukum.
Melalui literasi ini, diharapkan para pimpinan cabang mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi fraud, sekaligus memastikan seluruh operasional bank berjalan sesuai standar etika, regulasi, dan prinsip kehati-hatian.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pimpinan cabang berdialog langsung dengan Dr. Beston Panjaitan mengenai tantangan implementasi pengendalian internal di lapangan, termasuk strategi menghadapi resistensi serta penguatan budaya kepatuhan di lingkungan kerja.(*Red)





