CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Setelah lebih dari sebulan dinyatakan hilang, pencarian terhadap seorang warga lanjut usia asal Kampung Lesabe akhirnya berakhir duka. Sesosok jenazah ditemukan warga di Sungai Balane, Kampung Bukide, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (15/1/2026) dini hari.
Penemuan jenazah tersebut sempat menggegerkan warga setempat. Kapolsek Tabukan Selatan IPTU Budiyanto Salindeho menjelaskan, mayat pertama kali ditemukan sekitar pukul 04.00 WITA oleh Roy Max Lambiu bersama empat rekannya yang saat itu sedang mencari udang dan belut di sungai.
“Para saksi berangkat dari Kampung Bukide sekitar pukul 21.15 WITA dan tiba di Sungai Balane sekitar pukul 22.30 WITA. Saat menyusuri sungai ke arah hulu menggunakan senter kepala, mereka melihat sesosok mayat di pinggir sungai,” ujar Kapolsek.
Mengetahui hal tersebut, para saksi langsung kembali ke kampung dan melaporkan temuan itu kepada Penjabat Kapitalaung Bukide, Alfrests Makatindu. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Tabukan Selatan untuk ditindaklanjuti.
Sekitar pukul 08.05 WITA, personel Polsek Tabukan Selatan bersama anggota Koramil 1301-09 Tabukan Selatan, pemerintah kampung, pihak Resort Tabukan Selatan, masyarakat, serta keluarga korban mendatangi lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari Kampung Bukide.
Berdasarkan ciri-ciri pakaian, barang bawaan, dompet, serta sebuah Alkitab yang ditemukan bersama jenazah, pihak keluarga memastikan bahwa korban adalah G.K. (74), warga Kampung Lesabe I, Kecamatan Tabukan Selatan.
Diketahui, G.K. sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa, 16 Desember 2025. Saat itu, korban bersama anaknya dan sejumlah warga berjalan kaki pulang dari ibadah Natal Pelayan Keluarga di Kampung Bukide. Dalam perjalanan, korban berjalan lebih dulu, sementara anaknya sempat berhenti menunggu temannya. Hingga malam hari korban tak kunjung tiba di rumah, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Upaya pencarian telah dilakukan secara intensif sejak laporan orang hilang diterima. Pencarian melibatkan Polsek Tabukan Selatan, Koramil, masyarakat setempat, hingga Basarnas Sangihe pada 19–23 Desember 2025. Bahkan pada 3 Januari 2026, Majelis Pimpinan Sinode GMIST yang dipimpin Ketua Umum Pdt. Dr. Welman Boba turut ambil bagian dalam pencarian serta menggelar doa bersama.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian dan tiba di rumah duka keluarga Mandoko–Kahembau di Kampung Lesabe I sekitar pukul 10.50 WITA. Pihak keluarga berencana melaksanakan pemakaman pada Jumat (16/1/2026).
Kapolsek Tabukan Selatan menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah prosedur, mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi jenazah, pengumpulan keterangan saksi, dokumentasi identifikasi, hingga pembuatan berita acara penolakan autopsi. Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.
“Berdasarkan analisa awal, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana. Dugaan sementara, korban yang telah lanjut usia mengalami kelelahan dan tidak mampu melewati jalur potong dengan medan yang cukup berat,” jelas IPTU Budiyanto.
Pihak kepolisian juga terus melakukan pendekatan dan imbauan kepada keluarga korban serta masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar, serta menjaga situasi tetap kondusif
(*Anto)





