
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Pekerjaan perbaikan ruas Jalan Trans Sulawesi, tepat di depan SMKN 1 Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, mendapat sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan, tetapi hingga kini belum juga rampung.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama di kawasan yang berada dekat lingkungan sekolah.
Seorang warga bernama Marthen mempertanyakan lamanya proses pengerjaan jalan tersebut. Ia berharap pekerjaan segera diselesaikan tanpa harus menunggu terjadinya kecelakaan.
“Ini Jalan Trans Sulawesi, kenapa pekerjaan perbaikannya harus lama? Apa harus menunggu ada korban terlebih dahulu baru pekerjaannya dituntaskan?” ujar Marthen.
Menurut Marthen, lambannya penyelesaian pekerjaan turut berdampak pada kelancaran lalu lintas.
Ia menyebut kemacetan kerap terjadi di sekitar lokasi, sehingga diperlukan perhatian dari pihak terkait untuk meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan.
Ia berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara selaku instansi terkait dapat memperhatikan kondisi tersebut, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas selama proses perbaikan berlangsung.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala BPJN Sulawesi Utara, Handiyana, ST, MT, M.Sc, melalui nomor kontak kantor belum memperoleh tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari BPJN Sulawesi Utara mengenai penyebab belum rampungnya pekerjaan, target penyelesaian, maupun langkah pengamanan bagi pengguna jalan selama pengerjaan berlangsung.
Masyarakat berharap perbaikan ruas Jalan Trans Sulawesi di depan SMKN 1 Amurang dapat segera diselesaikan agar arus lalu lintas kembali lancar dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. (*RS)


