CAHAYASIANG.ID, Manado – Curah hujan yang cukup tinggi yang disertai angin kencang, berpotensi akan mengganggu proses pemungutan suara pada Rabu (14/2) besok. Kondisi ini dianggap perlu dan harus diantisipasi oleh penyelenggara Pemilu. Hal itu diungkap oleh Pengamat Pemilu Sulut, Ferry Liando.
Ia mengatakan bahwa terdapat beberapa persoalan yang bisa timbul akibat cuaca yangtidak bersahabat. Pertama, bisa jadi ada logistik tidak tiba tepat waktu ke lokasi TPS, diakibatkan adanya titik longsor yang menghambat distribusi logistik Pemilu.
Kedua menurutnya, intensitas hujan yang tinggi bisa saja menyebabkan banjir, sehingga lokasi penampungan logistik terganggu. Ketiga, jika terjadi hujan lebat maka partisipasi pemilih akan rendah. “Waktu pencoblosan hanya batas pukul 13.00, sehingga kemungkinan tidak semua pemilih akan tertampung jika pencoblosan akan membludak di waktu tertentu,” jelas Liando.

Persoalan keempat yakni hujan lebat disertai angin kencang yang kerap kali diikuti pemadaman listrik. Hal ini berpengaruh mengingat ada alat KPPS yang harus menggunakan listrik untuk dioperasikan, seperti printer dan scaner.
Hal kelima yang berpotensi menjadi soal adalah tenda yang dibangun sebagai TPS yang bisa saja diterjang angin kencang dan dapat merusak logistik seperti plano, surat suara, kotak suara atau barang-barang penting lainnya.
Liando mengingatkan agar pihak KPU perlu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga lain guna memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar. “Pihak PLN harus dilibatkan. Pemerintah daerah (Pemda) perlu untuk siap mengirimkan personel guna membantu petugas KPPS jika potensi keadaan yang tidak diinginkan terjadi,” ucap pengajar Unsrat Manado ini. (ak)






