CAHAYASIANG.ID, TOMOHON – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon kembali disorot karena terus memberikan insentiv bulanan kepada oknum Perangkat Kelurahan yang sudah lama bekerja di luar negeri.

Adalah SW, wakil kepala lingkungan (Wakaling/Meweteng) Satu Kelurahan Kayawu Kecamatan Tomohon Utara, tidak diganti walaupun sudah bekerja di negara Micronesia (AS) sejak pertengahan bulan Mei 2023.
Perihal yang bersangkutan masih menerima insentiv sebesar Rp. 1.200.000/bulan diakui oleh Lurah Kayawu Ferry Pojoh, S.Pd. “Ya, insentiv bulanannya masih tetap, dan langsung masuk ke rekening beliau,” ungkap Pojoh, kemarin.
Menurutnya, proses pergantian masih menunggu petunjuk dari pihak terkait. “Sudah saya laporkan kepada pak Camat,” ucapnya.
Hal itu dibenarkan oleh Camat Tomohon Utara Ricky Supit. “Itu sudah pernah disampaikan oleh pak Lurah. Harap bersabar saja. Pasti kami akan ganti kalau memang siwakaling itu sudah berangkat,” kata Supit. Sayangnya, walaupun sudah 5 bulan, tapi proses itu tak pernah dilakukan. Hal ini sudah jadi pergunjingan masyarakat luas. “Masih dapat insentiv tapi tidak bekerja, adalah makan gaji buta yang tergolong korupsi,” ungkap Drs. Johnly Manopo.
Tokoh masyarakat Tomohon ini menyentil pemerintah Tomohon yang terkesan “mengistimewakan” para anak buah dijalur partai Penguasa yang ditempatkan diposisi-posisi perangkat, termasuk oknum Wakaling yang tak pernah diganti tersebut. “Saya dengar, warga sudah mengusulkan pengganti tapi tidak disetujui oleh Ketua Ranting PDIP kelurahan setempat. Kebijakan sepertinya tergantung pada pemegang mandat politik di desa yang diperintah dan dilindungi dari atas” ucap Manopo.
Komentar warga setempat tak kalah garang. “Apakah orangnya partai penguasa bebas beking pelanggaran. Apakah pala dan meweteng orangnya partai penguasa boleh dapa doi negara biar sondak bertugas. Sakti skali dang dorang ?,” ujar warga yang minta namanya disimpan. (Yop)






